Press "Enter" to skip to content

Dua Pegulat Putri Indonesia Tersingkir di Perempat Final ISG 2025

Social Media Share

Semua sudah dikerahkan, semua sudah diperjuangkan. Desi dan Vara tetap jadi kebanggaan Indonesia di ISG 2025. (Foto: NOC Indonesia/Mochammad Rifqi).

RIYADH, NP — Dua atlet gulat putri Indonesia, Desi Sinta dan Varadisa Hidayat, harus menghentikan langkah mereka di babak perempat final Islamic Solidarity Games (ISG) 2025 yang berlangsung di Boulevard City, Riyadh, Arab Saudi.

Di nomor women’s freestyle 68 kg, Desi Sinta yang langsung tampil di babak delapan besar sebenarnya membuka laga dengan meyakinkan. Pegulat asal Banten itu unggul jauh 7-0 atas wakil Azerbaijan, Nigar Mirzazada, pada babak pertama.

Namun memasuki babak kedua, Desi kehilangan momentum. Poin demi poin berbalik mengalir ke Mirzazada hingga akhirnya Desi takluk 7-12. Ia menilai beberapa keputusan wasit turut memengaruhi jalannya pertandingan.

“Tadi sebenarnya saya sudah unggul 7-0. Harusnya posisi itu bisa mengarah pada kemenangan. Tapi di babak kedua saya kesusul karena situasinya terasa agak berat sebelah,” ujar Desi usai bertanding.

Desi juga menyoroti keputusan wasit yang menghentikan teknik Nelson yang sedang ia kunci—gerakan yang menurutnya masih diperbolehkan dalam standar teknik di Indonesia.

“Ada satu teknik, Nelson, yang sebenarnya tidak dianggap berbahaya dan bisa dilanjutkan sampai selesai. Tapi entah kenapa wasit menghentikan dan meminta saya naik. Kalau tidak dihentikan, besar kemungkinan saya bisa menyelesaikan pertandingan lebih cepat,” katanya. “Rasanya sedih, tapi saya tetap semangat.”

Pada laga lainnya di kelas freestyle 76 kg, Varadisa Hidayat juga harus terhenti setelah kalah 5-2 dari pegulat Turki, Elmira Yasin, yang tampil konsisten sejak awal. Varadisa sempat memberi perlawanan sengit di tiga menit terakhir, namun perubahan keputusan pertandingan membuatnya kehilangan momentum.

Dalam duel itu, pelatih Turki sempat mengajukan protes yang kemudian diterima juri sehingga membalikkan perolehan poin. Sebaliknya, protes dari kubu Indonesia ditolak.

“Rasanya kecewa karena sebenarnya saya bisa menang. Harusnya saya sudah dapat 4 poin, tapi ternyata poin itu diberikan ke lawan, dan saya hanya mendapat 2 poin,” kata Vara. “Di menit terakhir saya coba mengejar, tapi tidak mendapatkan ‘pasif’ yang seharusnya bisa menguntungkan saya.”

Partisipasi kontingen Indonesia di ISG 2025 mendapat dukungan penuh dari para sponsor resmi, yakni Mills, BAIC Indonesia, Aice, Kings Travel, TikTok, Perumnas, dan SVRG. (Wahyu Wepe)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *