Press "Enter" to skip to content

Kemenag Susun Indeks Layanan Khonghucu untuk Tingkatkan Kualitas

Social Media Share

Suasana diskusi intens penyusunan Indeks Layanan Keagamaan Khonghucu di Jakarta, 20–21 Januari 2026.(Foto: Kemenag)

JAKARTA, NP – Kementerian Agama tengah menyusun Indeks Layanan Keagamaan Khonghucu (ILKK). Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu, Nurudin, mengatakan langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan keagamaan dan pendidikan Khonghucu agar lebih merata, transparan, dan berdampak.

Penyusunan ILKK berlangsung di Jakarta, 20–21 Januari 2026, dan diharapkan menjadi instrumen strategis untuk memastikan seluruh layanan Pusbimdik Khonghucu berjalan efektif, inklusif, serta sesuai kebutuhan umat. Indeks ini juga berfungsi sebagai alat evaluasi berkelanjutan agar kinerja layanan keagamaan dapat diukur secara objektif.

Nurudin menyebut, penyusunan indeks ini melibatkan sejumlah peneliti dan profesional dari Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) BRIN serta Universitas Indonesia (UI). Di antaranya Raudutul Ulum (BRIN), Farhan Muntafa (UI), Abdul Jalani, Bachtiar Hakim, dan Lilis Dita Levin.

Penyusunan ILKK dilakukan secara partisipatif. “Seluruh pegawai Pusbimdik akan menjadi enumerator, mengumpulkan data langsung dari umat, agar indeks benar-benar mencerminkan kondisi lapangan,” ujar Nurudin, dikutip laman resmi Kemenag, Selasa (20/1/2026).

Ruang lingkup ILKK mencakup seluruh tugas Pusbimdik Khonghucu, meliputi:

  • Layanan keagamaan: pembinaan rohani, fasilitasi ritual, pernikahan, kematian, dan hari besar.
  • Layanan pendidikan: pengembangan kurikulum, kompetensi guru, dan pembelajaran nilai Ru Jiao.
  • Layanan kelembagaan: dukungan organisasi, majelis, dan pembinaan rohaniwan.
  • Layanan sosial-keagamaan & moderasi beragama: peran sosial umat, kegiatan lintas iman, dan kontribusi menjaga harmoni bangsa.

Nurudin menambahkan, melalui ILKK, Pusbimdik Khonghucu berharap terbangun sinergi dari Pembimas Khonghucu di daerah, para penyuluh, tokoh organisasi, hingga seluruh umat Khonghucu, demi layanan keagamaan yang lebih baik dan berkeadilan. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *