Press "Enter" to skip to content

Emas Diproyeksi Kinclong 2026, Nellava Bullion Perkuat Ekosistem Investasi Dari Surabaya

Social Media Share

Nellava Bullion hadir sebagai spesialis Emas Dan Perak Modern, Dengan Standar Layanan Premium. (Foto: RN)

SURABAYA, NP— Tren penguatan harga emas global dalam dua tahun terakhir mendorong pelaku usaha logam mulia memperluas jaringan distribusi.

Salah satunya Nellava Bullion yang membuka cabang di Surabaya, Jawa Timur, sebagai bagian dari strategi menangkap pertumbuhan permintaan investor ritel.

Ekspansi ini dilakukan di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap emas dan perak batangan sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) dan diversifikasi portofolio.

Ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, serta dinamika geopolitik masih menjadi faktor utama yang menopang permintaan logam mulia sepanjang 2025–2026.

Tren Emas 2026, Nellava Bullion Bangun Ekosistem Investasi Transparan dari Surabaya.( Foto: RN)

Direktur Operasional Nellava Bullion, Laras Chantika, mengatakan perusahaan menargetkan penguatan pasar Jawa Timur yang dinilai memiliki basis ekonomi kuat dan pertumbuhan investor yang kian aktif.

“Nellava Bullion hadir sebagai spesialis emas dan perak batangan dengan standar layanan premium. Fokus kami bukan hanya pada transaksi, tetapi juga membangun ekosistem investasi yang aman, transparan, dan berkelanjutan. Surabaya menjadi kota strategis untuk memulai ekspansi di Jawa Timur,” ujarnya  jumat (27/2).

Surabaya dipandang sebagai simpul perdagangan dan industri terbesar di kawasan timur Indonesia.

Pertumbuhan kelas menengah dan meningkatnya literasi keuangan dinilai menjadi faktor pendorong tumbuhnya investor ritel di sektor logam mulia.

Dari sisi pasar, sejumlah analis komoditas global memproyeksikan harga emas tetap berada dalam tren kuat sepanjang 2026, didukung pembelian bank sentral dan permintaan investasi.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha bullion untuk memperluas penetrasi pasar domestik.

Nellava menyatakan menerapkan kebijakan harga yang mengacu pada pasar internasional dengan margin terbuka. Strategi ini, menurut perusahaan, ditujukan untuk menjaga transparansi harga di tengah fluktuasi pasar.

Selain emas, perusahaan juga melihat potensi pertumbuhan perak batangan sebagai alternatif investasi dengan harga lebih terjangkau. Permintaan perak dinilai memiliki ruang ekspansi seiring kebutuhan industri dan minat investor ritel.

Sepanjang 2026, Nellava menargetkan ekspansi ke sejumlah kota besar lain di Indonesia.

Langkah ini mencerminkan, optimisme pelaku usaha terhadap prospek pasar logam mulia domestik yang masih tumbuh, sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan aset jangka panjang. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *