Press "Enter" to skip to content

Gerakan Cinta Posyandu, Langkah Strategis Tekan Stunting di Sulbar

Social Media Share

Melalui ruang virtual, Gerakan Cinta Posyandu digelorakan!.(Ist)

MAMUJU, NP — Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat terus menguatkan komitmen dalam percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan peran Posyandu. Hal ini diwujudkan dalam Sosialisasi Gerakan Cinta Posyandu (GCP) yang digelar secara daring pada Jumat (19/9/2025) dan diikuti ratusan peserta dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Barat.

Kegiatan yang melibatkan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB), Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Sulawesi Barat Nomor 37 Tahun 2025 tentang pelaksanaan GCP. Gerakan ini ditujukan untuk meningkatkan partisipasi keluarga dalam memanfaatkan layanan Posyandu, dengan target kehadiran minimal 95 persen balita setiap bulan.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar, Rezky Murwanto, S.Kom, MPH, dalam sambutannya menegaskan bahwa tersedianya data yang akurat membuka peluang bagi pelaksanaan intervensi yang lebih terarah dan efektif.

“PKB dan TPK harus menjadi motor penggerak utama di lapangan. Mereka tidak hanya bertugas mengajak keluarga datang ke Posyandu, tetapi juga memastikan pelayanan yang diterima masyarakat berkualitas dan tepat sasaran,” ujar Rezky dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Rezky menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung GCP, termasuk keterlibatan pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga kader PKK. Ia juga mendorong PKB dan PLKB untuk aktif melakukan kunjungan rumah, memberikan edukasi tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta memastikan hasil pemantauan balita tercatat dalam aplikasi Elsimil secara tepat waktu dan akurat.

PKK Dorong Layanan Holistik di Posyandu

Paparan selanjutnya disampaikan oleh Ketua IV Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Provinsi Sulbar, dr. Adiba Fadlia Aladin. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya penguatan layanan holistik di Posyandu yang mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“PKK memiliki peran strategis sebagai penggerak dan motivator masyarakat. Posyandu harus menjadi pusat layanan terpadu, tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga pendidikan, sosial, perumahan, pekerjaan umum, serta ketertiban dan perlindungan masyarakat,” ujar dr. Adiba.

Sesi diskusi interaktif yang berlangsung di akhir kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta. Sejumlah PKB dari berbagai kabupaten aktif berdiskusi dan berbagi praktik baik dalam menggerakkan masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan Posyandu.

Partisipasi Yayasan Karampuang dalam sesi diskusi turut memperkaya sudut pandang. Lembaga ini memberikan masukan strategis terkait peningkatan kunjungan balita serta penguatan pendekatan layanan holistik.

Menuju Posyandu sebagai Pilar Ketahanan Keluarga

Dengan penyelenggaraan sosialisasi ini, BKKBN Sulbar berharap seluruh komponen, mulai dari PKB, PLKB, TPK, hingga mitra kerja di tingkat desa dan kabupaten, mampu memperkuat sinergi dalam implementasi GCP. Kolaborasi berbasis data ini diharapkan mampu mempercepat penurunan stunting serta menjadikan Posyandu sebagai pilar ketahanan keluarga dan garda terdepan dalam membangun generasi unggul di Sulawesi Barat.(red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *