Press "Enter" to skip to content

Latihan Multinasional Super Garuda Shield 2025 Ditutup di Dabo Singkep

Social Media Share

DABO SINGKEP, NP — Latihan gabungan multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2025 resmi ditutup pada Jumat (5/9/2025) di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, setelah berlangsung selama sepekan sejak 29 Agustus. Salah satu puncak latihan ini adalah operasi pendaratan amfibi, yang melibatkan kekuatan laut dan pasukan dari Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Belanda, serta negara mitra lainnya.

Dalam latihan tersebut, KRI John Lie-358 dari TNI AL memegang peran strategis dalam pengamanan laut dan mendukung manuver pendaratan bersama KRI Makassar-590, USS John Finn dari Amerika Serikat, dan JS Osumi dari Jepang.

Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Nurlan, memimpin langsung jalannya operasi sebagai Pangkogasgabfib (Komandan Komando Tugas Gabungan Amfibi). Menurut Nurlan, latihan ini menunjukkan tingginya tingkat interoperabilitas antarangkatan laut negara-negara peserta.

“Latihan ini tidak hanya mengasah kemampuan tempur, tetapi juga membangun kepercayaan dan koordinasi lintas negara. Semua tahapan berjalan sesuai skenario dan berhasil mencapai sasaran yang ditetapkan,” ujar Laksamana Pertama Nurlan di sela-sela penutupan latihan.

Rangkaian pendaratan dimulai dengan peluncuran AAV milik Jepang, diikuti oleh kendaraan tempur amfibi BMP-3F dan LVT-7 dari KRI Makassar-590. Pasukan pendarat dari Korps Marinir TNI AL, United States Marine Corps (USMC), Republic of Korea Marine Corps (ROKMC), Netherlands Marine Corps (NLMC), dan Japan Ground Self Defense Force (JGSDF) kemudian melakukan penyerbuan ke garis pantai yang telah ditetapkan sebagai sasaran.

Dalam simulasi tersebut, pasukan multinasional berhasil menguasai seluruh titik strategis. Setelah misi berhasil dilaksanakan, seluruh personel dan material tempur ditarik kembali ke kapal induk masing-masing dalam proses re-embarkasi.

Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, menyebut latihan SGS 2025 sebagai bagian dari program prioritas TNI AL dalam membangun kekuatan yang siap menghadapi dinamika kawasan.

“TNI Angkatan Laut harus memiliki kesiapan tempur yang tinggi untuk menjawab setiap tantangan dan ancaman di laut. Melalui latihan seperti SGS ini, kita perkuat postur dan profesionalisme prajurit kita di medan nyata,”ujar Laksamana Ali dalam keterangan terpisah di Jakarta.

Latihan Super Garuda Shield merupakan bentuk kerja sama strategis antara Indonesia dan negara-negara sahabat yang tergabung dalam Indo-Pacific, serta menjadi ajang untuk meningkatkan interoperabilitas, diplomasi militer, dan stabilitas keamanan kawasan.(red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *