Press "Enter" to skip to content

ASANU Bertekad Hadirkan Perumahan Kebangsaan Bersubsidi

Social Media Share

JAKARTA, NP- Kenaikan harga material bangunan berimbas pada gairah pembangunan rumah dengan sasaran maayarakat berpenghasilan rendah.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Asosiasi Pengusaha Perumahan Nusantara (ASANU) tetap bertekad segera membangun perumahan rakyat berpenghasilan rendah dengan skema subsidi dan berkonsep kebangsaan.

Skema subsidi menjadi misi keberpihakan ASANU kepada rakyat kecil. Dalam waktu dekat ASANU akan membangun rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Jawa Tengah.

Konsep Perumahan Kebangsaan (Perumbang) dipilih sebagai bagian perjuangan ASANU mempertahankan dan mensyukuri anugerah kebhinekaan dalam bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Ketua ASANU, Wildan Sungkar berharap Perumahan Kebangsaan bisa merawat toleransi, gotong royong, nasionalisme dan kesetiakawanan sosial.

“ASANU berkomitmen menghadirkan perumahan berkonsep kebangsaan senilai kurang lebih Rp50 miliar untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau subsidi di Jawa Tengah. Selama setahun lebih konsep ini digodok, semoga tahun ini bisa segera direalisasikan,” kata Wildan Sungkar dalam keterangan yang diiterima Jakarta, Selasa (28/2/2023).

Menurut Wildan, ASANU akan menggandeng Bank Tabungan Negara (BTN) yang selama ini menjadi “bapak asuh” ASANU melalui program Santri Developer (Sandev). “Perumahan Kebangsaan ini merupakan hasil nyata dari program Sandev yang didukung sepenuhnya oleh BTN,” ucap Wildan.

Dengan menyasar warga berpenghasilan rendah, ASANU berharap bisa membantu masyarakat bawah memiliki hunian sesuai yang diidamkan dengan harga sangat terjangkau dan cicilan yang sangat ringan.

“Masyarakat berpenghasilan rendah ini harus mendapatkan perhatian lebih agar dapat memiliki hunian. Pemerintah dan pengembang harus bisa bersinergi dan bersama-sama memfasilitasi kepemilikan hunian untuk mereka, melalui berbagai kemudahan, dengan harga subsidi,” ujarnya.

Patokan harga rumah subsidi berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 242 Tahun 2020. Dalam regulasi ini, rakyat berpenghasilan rendah berhak mendapatkan subsidi dengan harga rumah berkisar Rp151 juta hingga Rp219 juta (bergantung wilayah).

Menurut Wildan, meski perumahan ini bersubsidi, setiap unit yang akan dibangun akan lebih baik dan nyaman. “Kami berharap bisa membangun perumahan bersubsidi yang lebih manusiawi dengan luas lahan dan bangunan yang lebih baik dari standar rumah subsidi. Kami akan berusaha sekuat tenaga agar bisa merealisasikannya,” sebut Wildan.

Perumahan Kebangsaan ini akan dibangun sebagai perumahan yang berwawasan lingkungan dan kebangsaan. Setiap rumah akan ditanami pohon yang dikelola oleh manajemen agroindustri sebagai mitra ASANU.

Perumahan akan dilengkapi ruang ketiga tempat warga berinteraksi dan beribadah sesuai agama dan keyakinannya. Perumahan juga akan dilengkapi berbagai tanda gambar dan tulisan yang merujuk pada kesadaran untuk membangun nilai-nilai kebangsaan.(dito)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *