SIDOARJO, NP — Sinergi pengamanan TNI Angkatan Laut (TNI AL), Bea Cukai, dan Airport Security Bandara Internasional Juanda berhasil menggagalkan upaya penyelundupan serbuk emas seberat sekitar 2,1 kilogram ke luar negeri. Dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) asal India yang diduga menyembunyikan serbuk emas di dalam rongga tubuh (body inserter), Jumat (30/10/2026).
Kedua WNA tersebut merupakan calon penumpang pesawat AirAsia nomor penerbangan QZ-322 dengan tujuan Kuala Lumpur, Malaysia. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan enam kapsul berisi serbuk emas dengan berat netto keseluruhan mencapai 2.119,91 gram atau sekitar 2,1 kilogram. Nilai barang bukti tersebut ditaksir mencapai Rp5,39 miliar.
Pengungkapan kasus bermula dari informasi dan atensi petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda mengenai dugaan adanya calon penumpang yang membawa komoditas emas secara ilegal ke luar negeri.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) TNI AL Bandara Juanda bersama Bea Cukai dan Airport Security membentuk tim gabungan untuk melakukan pemantauan dan penyisiran di seluruh area Terminal 2 Bandara Internasional Juanda.
Kedua WNA tersebut akhirnya ditemukan di area Gate 2. Selanjutnya, mereka dibawa ke Posko Bea Cukai untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pada pemeriksaan awal, petugas belum menemukan barang mencurigakan secara fisik. Namun, pemeriksaan medis menggunakan fasilitas rontgen di RSAL dr. Soekantyo Jahja Puspenerbal menunjukkan adanya masing-masing tiga benda berbentuk kapsul berukuran besar di dalam perut kedua WNA tersebut.
Hasil pemeriksaan lanjutan mengungkap bahwa keduanya mengakui membawa serbuk emas yang dikemas dalam kapsul berbahan kondom dan disembunyikan di dalam tubuh. Mereka juga mengaku memperoleh serbuk emas tersebut saat berada di Banjarmasin.
Melalui tindakan medis, petugas berhasil mengeluarkan enam kapsul berisi serbuk emas dengan berat bruto keseluruhan 2.142,11 gram. Barang bukti kemudian dibawa ke Balai Laboratorium Bea Cukai Kelas II Surabaya untuk menjalani pengujian.
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, seluruh kapsul terbukti positif mengandung emas murni. Serbuk emas yang dibawa WNA berinisial ANZ memiliki berat netto 1.130,57 gram dengan kadar 23,88 karat. Sementara itu, barang bukti dari WNA berinisial SRJ memiliki berat netto 989,34 gram dengan kadar 24 karat.
Dengan demikian, total serbuk emas yang berhasil diamankan mencapai 2.119,91 gram atau sekitar 2,1 kilogram, dengan estimasi nilai mencapai Rp5.397.290.860.
Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Henoch Nasarius Virzawan mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan bukti nyata sinergi dan koordinasi lintas instansi dalam memperkuat pengawasan serta pengamanan objek vital nasional, khususnya Bandara Internasional Juanda.
Menurut dia, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mencegah berbagai bentuk penyelundupan barang ilegal melalui jalur penerbangan internasional.
“Satgaspam TNI AL Bandara Juanda sebagai unsur pengamanan di bawah Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda Puspenerbal senantiasa berkomitmen meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan bandara guna menjamin keamanan dan kelancaran aktivitas penerbangan,” tegas Henoch.
Saat ini, kedua WNA beserta barang bukti untuk sementara diamankan di KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda. Penanganan perkara selanjutnya dilakukan melalui proses penyidikan oleh Bea Cukai Juanda dengan koordinasi pengawasan (Korwas) dari Polresta Sidoarjo sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Keberhasilan tersebut sekaligus menegaskan komitmen TNI AL melalui Lanudal Juanda dalam mendukung upaya pemerintah memberantas penyelundupan serta menjaga keamanan pintu masuk dan keluar wilayah Indonesia, khususnya melalui Bandara Internasional Juanda. Langkah ini sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk terus memperkuat pengamanan dan kewaspadaan di seluruh wilayah kerja TNI AL. (red)







Be First to Comment