Press "Enter" to skip to content

Hilirisasi Kopi Arabika Humbahas Dinilai Bisa Tembus Pasar Internasional

Social Media Share

Manat Samosir, pengusaha, petani, sekaligus eksportir kopi asal Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, terus mendorong pengembangan dan hilirisasi kopi Arabika agar memiliki nilai tambah, memperluas pasar ekspor, serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal. (Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Pengembangan kopi Arabika di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan. Namun, potensi tersebut perlu didukung hilirisasi melalui penyediaan fasilitas pengolahan modern agar kopi yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar internasional.

Pengusaha, petani, sekaligus eksportir kopi asal Humbahas, Manat Samosir, mengatakan bahwa kopi Arabika saat ini menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat di daerah tersebut. Karena itu, pengembangan komoditas ini perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan rantai pengolahan dan pemasaran.

Manat Samosir berdiri di samping mobil kontainer pengangkut kopi Arabika asal Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, yang dipersiapkan untuk dikirim ke Taiwan. Pengiriman ini menjadi salah satu langkah memperluas pasar kopi Arabika Humbahas ke mancanegara sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani melalui perdagangan ekspor. (Foto: Ist)

“Masyarakat Humbang Hasundutan sangat bergantung ekonominya dengan kopi Arabika saat ini,” ujar Manat dalam keterangan melalui percakapan telepon, Jumat (30/10/2026).

Menurut Manat, penguatan sektor kopi perlu diikuti langkah konkret untuk mendorong hilirisasi. Petani diharapkan tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi lebih besar melalui peningkatan kualitas dan pengolahan biji kopi.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menyediakan fasilitas pengolahan yang memadai, mulai dari pengeringan, pengupasan kulit tanduk, penyortiran biji, hingga penyangraian. Teknologi tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas produk sekaligus meningkatkan daya saing kopi Arabika Humbahas.

Manat Samosir saat berada di lokasi pembibitan kopi Arabika di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara. Pengembangan bibit berkualitas menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga produktivitas perkebunan sekaligus memperkuat masa depan kopi Arabika sebagai komoditas unggulan daerah. (Foto: Ist)

“Tentunya dengan memfasilitasi melalui teknologi seperti greenhouse untuk menjemur, huller untuk mengupas kulit tanduk, sorter untuk memilah biji cacat, serta mesin roaster untuk menyangrai biji kopi,” kata pemilik Si Talbak Coffee tersebut.

Manat menilai, ketersediaan fasilitas pengolahan itu dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi kopi Arabika Humbahas di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Pengolahan yang baik memungkinkan petani dan pelaku usaha menghasilkan produk dengan kualitas lebih konsisten sehingga berpeluang menjangkau segmen pasar bernilai tinggi.

Pembinaan terhadap petani kopi Arabika terus dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kemampuan budidaya, produktivitas tanaman, dan kualitas hasil panen. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat perkebunan kopi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara. (Foto: Ist)

“Dengan fasilitas di atas, kita bisa menembus pasar internasional,” ujarnya.

Hilirisasi kopi Arabika di Humbahas diharapkan tidak hanya memperkuat identitas daerah sebagai salah satu penghasil kopi di Sumatera Utara, tetapi juga menciptakan nilai tambah di tingkat lokal. Dukungan teknologi pengolahan dapat membuka peluang bagi tumbuhnya usaha pengolahan kopi, memperluas akses pemasaran, serta meningkatkan pendapatan petani.

Pembagian benih kopi Arabika kepada kelompok tani sebagai upaya mendukung pengembangan perkebunan, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ekonomi petani di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara. (Foto: Ist)

Dengan potensi produksi dan karakteristik kopi Arabika yang dimiliki, pengembangan sektor ini perlu diarahkan pada penguatan ekosistem usaha dari hulu hingga hilir. Sinergi pemerintah daerah, petani, pelaku usaha, dan eksportir menjadi penting agar manfaat ekonomi kopi tidak berhenti pada hasil panen, tetapi juga dirasakan melalui peningkatan nilai jual produk.

Manat Samosir menyatakan komitmennya untuk membangun industri kopi Arabika Humbang Hasundutan (Humbahas) melalui semangat kebersamaan dengan slogan “BUKAN AKU, TAPI KITA”. Menurutnya, pengembangan industri kopi tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari petani di sektor hulu hingga pelaku usaha di sektor hilir, demi mewujudkan kopi Humbahas yang berkualitas dan berdaya saing di pasar global. (Foto: Ist)

Melalui hilirisasi yang terencana, kopi Arabika berpeluang menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan Humbahas sekaligus memperluas kehadiran produk unggulan daerah di pasar internasional. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *