Komandan Satgas Gabungan Terpadu Port Visit 2026 Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto menyerahkan bantuan kepada masyarakat Papua Nugini sebagai wujud kepedulian dan upaya mempererat persahabatan kedua negara. (Foto: Ist)
PAPUA NUGINI, NP – TNI Angkatan Laut (TNI AL) memperkuat hubungan persahabatan Indonesia dan Papua Nugini melalui kegiatan bakti sosial yang melibatkan masyarakat setempat di Port Moresby, Senin (26/10/2026). Kegiatan yang dilaksanakan Satgas Gabungan Terpadu Port Visit 2026 tersebut menyasar St. Michael Primary School Hanuabada, Gereja Tokarara Christian Fellowship, dan Masjid Hohola.
Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) dalam siaran pers, Selasa (27/10/2026), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Indonesia sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat negara sahabat melalui aksi nyata di bidang kemanusiaan.
Di St. Michael Primary School Hanuabada, personel Satgas bersama para guru dan masyarakat setempat bergotong royong membersihkan lingkungan, merenovasi, serta mengecat fasilitas sekolah. Suasana kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan memasak dan makan bersama yang mencerminkan semangat kekeluargaan serta kedekatan antara prajurit TNI AL dan masyarakat Papua Nugini.

Selain kegiatan gotong royong, Komandan Satgas Gabungan Terpadu Port Visit 2026 Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok, material renovasi, perlengkapan ibadah, dan berbagai sarana pendukung lainnya. Bantuan tersebut disalurkan kepada pihak sekolah, gereja, masjid, serta unsur pertahanan Papua Nugini.
Penyaluran bantuan ini menjadi wujud kepedulian Indonesia terhadap masyarakat Papua Nugini tanpa membedakan latar belakang agama maupun budaya. Kehadiran personel TNI AL di berbagai fasilitas pendidikan, keagamaan, dan kemasyarakatan juga menunjukkan bahwa hubungan bilateral dapat diperkuat melalui kerja sama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Bakti sosial tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga membangun kedekatan dan rasa saling percaya antara kedua negara. Sambutan positif masyarakat terhadap kehadiran Satgas menjadi gambaran bahwa diplomasi maritim dapat diwujudkan melalui semangat gotong royong, kepedulian kemanusiaan, dan interaksi langsung yang melampaui batas negara.
Kegiatan ini sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar TNI AL terus memperkuat diplomasi maritim, meningkatkan hubungan dengan negara-negara sahabat, serta mengedepankan profesionalisme dan kepedulian kemanusiaan dalam setiap penugasan.
Melalui kegiatan tersebut, TNI AL menegaskan bahwa diplomasi maritim tidak hanya dijalankan melalui kehadiran unsur pertahanan di laut, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang mempererat persahabatan, membangun kepercayaan, dan mendukung stabilitas kawasan. (red)







Be First to Comment