Suasana pembekalan, Pasis Dikreg Seskoal Angkatan 66 menerima arahan Pangdam XII/Tanjungpura sebelum melaksanakan penyuluhan Karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat diperkuat melalui penyuluhan langsung kepada masyarakat. Perwira Siswa (Pasis) Dikreg Seskoal Angkatan 66 dibekali Pangdam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Novi Rubadi Sugito sebelum diterjunkan ke tiga wilayah rawan Karhutla.
Pembekalan berlangsung di Markas Kodam XII/Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. Para Pasis nantinya akan melaksanakan penyuluhan di Kota Pontianak, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Kubu Raya.
Dalam arahannya, Novi menegaskan bahwa edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah Karhutla sejak dini. “Penyuluhan kepada masyarakat merupakan langkah preventif strategis untuk memberikan pemahaman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya dan dampak Karhutla,” kata Novi dalam siaran pers, Minggu (30/8/2026).
Menurut dia, pendekatan preventif melalui penyuluhan diharapkan mampu mendorong masyarakat memahami penyebab Karhutla sekaligus mengambil langkah pencegahan sebelum kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Dalam kegiatan tersebut, Pasis tidak hanya menyampaikan informasi mengenai bahaya Karhutla, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai dampak yang ditimbulkan, termasuk kerugian lingkungan dan ancaman kabut asap yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat.
Komandan Korps Siswa (Dankorsis) Seskoal Kolonel Laut (P) Memet Kurniawan mengatakan, para Pasis siap menjalankan tugas penyuluhan dengan mengedepankan pendekatan edukatif kepada masyarakat.
“Para Pasis siap memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat mengenai penyebab, dampak dan kerugian akibat Karhutla, serta langkah-langkah penanganannya. Melalui penyuluhan ini, kami berharap potensi bencana kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan Barat dapat diminimalkan,” ujar Memet.
Memet hadir mendampingi para Pasis dalam pembekalan tersebut. Turut hadir Kepala Departemen Manajemen Kolonel Laut (T) Mardiyanto, Wadan Korsis Letkol Marinir M. Jakfar Rosi, serta perwakilan dosen Seskoal.
Penyuluhan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Langkah preventif dinilai penting untuk menekan risiko Karhutla sebelum berkembang menjadi bencana yang berdampak luas. (red)







Be First to Comment