Press "Enter" to skip to content

Marinir Bergerak, Bawa Bantuan dan Kekuatan untuk Korban Gempa Flores

Social Media Share

Prajurit Petarung Korps Marinir bersiap mengirimkan bantuan kemanusiaan dari Pasmar 2 Surabaya menuju wilayah terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa (18/8/2026).(Foto: Ist)

 

SURABAYA, NP – Korps Marinir bergerak cepat membantu warga Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7, Sabtu (15/8/2026). Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi langsung mengerahkan pasukan untuk memperkuat penanganan darurat di wilayah terdampak.

Prajurit Petarung Korps Marinir diberangkatkan dari Pasmar 2 Surabaya, Selasa (18/8/2026). Mereka membawa personel zeni, kesehatan, serta sekitar 3 ton bantuan sosial untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.

Gempa yang terjadi pukul 04.58.24 WIB tersebut berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Kerusakan sarana dan prasarana serta kebutuhan masyarakat pascagempa menjadi perhatian utama dalam penanganan di lapangan.

Untuk mempercepat pemulihan, prajurit dari Batalyon Zeni Konstruksi 2 Marinir (Yonzikon 2 Mar) diterjunkan menangani perbaikan sarana dan prasarana yang rusak. Sementara personel kesehatan disiapkan memberikan pelayanan medis bagi warga terdampak.

“Prajurit Petarung Korps Marinir harus selalu hadir ketika rakyat membutuhkan. Ketangguhan prajurit bukan hanya di medan tugas, tetapi juga saat mengulurkan tangan dan berdiri bersama masyarakat. Kami hadir untuk membantu, melindungi dan meringankan beban saudara-saudara kita di Flores,” tegas Endi Supardi.

Bantuan yang dibawa bukan sekadar simbol kepedulian. Sekitar 2 ton bahan pangan pokok, lebih dari 1.450 koli dan ratusan dus kebutuhan vital dikirim untuk menopang kebutuhan warga.

Isinya mencakup beras, makanan siap saji, mi instan, air mineral, peralatan dapur, hingga kebutuhan ibu dan bayi seperti bubur bayi, minyak telon, popok dan pembalut. Perlengkapan ibadah, Al-Qur’an, pakaian layak pakai bagi dewasa dan anak-anak, serta selimut turut dikirim ke lokasi terdampak.

Endi Supardi meminta seluruh prajurit tidak sekadar menjalankan tugas, tetapi hadir dengan kepedulian dan tanggung jawab penuh.

“Laksanakan tugas dengan hati, berikan kemampuan terbaik dan utamakan kepentingan masyarakat. Prajurit Petarung Marinir harus selalu tanggap, tangguh dan siap memberikan manfaat di mana pun berada,” pungkasnya.

Kehadiran Korps Marinir di Flores menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan pascabencana. Pasukan zeni bergerak memulihkan fasilitas, personel kesehatan melayani warga, sementara bantuan logistik disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Di tengah situasi sulit pascagempa, pesan yang dibawa Prajurit Petarung Korps Marinir jelas: warga Flores tidak menghadapi bencana ini sendirian. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *