Suasana kegiatan Sharing Knowledge yang membahas implementasi Post-Quantum Security dan Internet of Things (IoT) dalam mendukung transformasi industri strategis di PT Dahana, Subang, Senin (6/7/2026). (Foto: Ist)
SUBANG, NP – Fakultas Teknologi dan Teknik Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (FTTP Unhan RI) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Dahana dan Politeknik Negeri Subang dalam kegiatan Sharing Knowledge dan Kuliah Pakar di PT Dahana, Subang, Jawa Barat, Senin (6/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri strategis pertahanan, dan pendidikan vokasi dalam mendukung pengembangan teknologi pertahanan nasional.
Sebanyak 210 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 80 dosen dan mahasiswa S1 serta S2 FTTP Unhan RI, 100 dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Subang, serta 30 pimpinan dan staf PT Dahana.
Dekan FTTP Unhan RI, Prof. Dr. Henry Setiyanto, S.Si., M.T., mengatakan kerja sama tersebut merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi sekaligus memperkuat hilirisasi riset di bidang teknologi pertahanan.
“Kerja sama ini bukan hanya seremoni kelembagaan, tetapi langkah nyata untuk mempertemukan kekuatan akademik, kebutuhan industri strategis, dan kompetensi vokasi. FTTP Unhan RI berkomitmen menghadirkan riset dan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pertahanan nasional, termasuk pada bidang teknologi pertahanan, keamanan siber, energi terbarukan, dan manajemen risiko industri strategis,” kata Henry.
Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Irwan Ibrahim, mengatakan kolaborasi antara industri strategis dan perguruan tinggi menjadi kebutuhan untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi.
“Kolaborasi dengan FTTP Unhan RI dan Politeknik Negeri Subang diharapkan dapat memperkuat riset terapan, pengembangan sumber daya manusia, serta inovasi teknologi yang mendukung keselamatan, efisiensi, dan daya saing industri bahan peledak dan kimia strategis,” ujarnya.

Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan juga diisi dengan Sharing Knowledge dan Kuliah Pakar yang membahas transformasi industri strategis, teknologi hijau, keamanan siber, cyber physical system, post-quantum cryptography, hingga manajemen risiko.
Pemapar dari FTTP Unhan RI, Danny Setyowati, S.Kom., M.M., CEH, yang juga mahasiswa Program Magister Rekayasa Pertahanan Siber, menyampaikan materi “Implementasi Post-Quantum Cryptography pada Mobile Manufacturing Truck”.
Menurut Danny, Mobile Manufacturing Truck saat ini tidak lagi dipandang semata sebagai sistem operasional fisik, tetapi telah berkembang menjadi cyber physical system yang mengintegrasikan sensor, komputer, jaringan, data telemetri, dan pengambilan keputusan operator.
“Implementasi Post-Quantum Cryptography menjadi penting karena sistem industri strategis harus disiapkan menghadapi ancaman masa depan. Perlindungan data, komunikasi, telemetri, dan sistem kendali pada Mobile Manufacturing Truck harus mampu mengantisipasi risiko quantum computing, manipulasi data, serta skenario harvest now, decrypt later,” katanya.
Sementara itu, narasumber PT Dahana, M. Surya Nugraha, S.Si., dan Fahmi Irfansyah, S.E., M.M., memaparkan pentingnya manajemen risiko pada industri bahan peledak dan kimia strategis.
“Manajemen risiko tidak hanya berbicara tentang pencegahan kecelakaan, tetapi juga memastikan seluruh proses produksi, distribusi, penggunaan teknologi, dan perlindungan aset berjalan secara aman, terkendali, dan berkelanjutan,” ujar Surya Nugraha.

Fahmi Irfansyah menambahkan budaya sadar risiko harus menjadi tanggung jawab seluruh unsur organisasi.
“Risiko harus dipahami sebagai tanggung jawab bersama. Dengan budaya sadar risiko, setiap unsur organisasi dapat berkontribusi dalam menjaga keselamatan, kepatuhan, efisiensi, dan keberlanjutan operasi perusahaan,” katanya.
Kegiatan juga membahas transformasi industri kendaraan listrik dan smart manufacturing melalui studi VinFast, pengembangan film PVDF sebagai material piezoelektrik untuk pemanenan energi terbarukan, serta keterkaitan teknologi hijau, sistem digital, keamanan siber, dan manajemen risiko dalam industri strategis.
Melalui kerja sama tersebut, FTTP Unhan RI, PT Dahana, dan Politeknik Negeri Subang diharapkan dapat memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan teknologi pertahanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta hilirisasi riset guna mendukung kemandirian teknologi dan ketahanan nasional.(red)







Be First to Comment