Press "Enter" to skip to content

Banjir Bandang Terjang Padang, Empat Warga Meninggal di Lubuk Minturun

Social Media Share

Arus banjir membawa material besar dan menghantam jembatan penghubung di Koto Luar, Pauh, hingga putus dan memutus akses warga.(Foto: BNPB)

PADANG, NP – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sepanjang Kamis (27/11), memicu bencana hidrometeorologi basah di sejumlah titik. BPBD Kota Padang bersama BPBD Sumbar, dinas terkait, serta TNI–Polri dikerahkan untuk melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.

Sejak pagi, arus banjir dengan debit air besar menerjang permukiman warga di bantaran Sungai Minturun. Material batang pohon dan lumpur menghantam rumah-rumah di kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah. Empat warga dilaporkan meninggal dunia akibat kejadian yang berlangsung pada dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Sejumlah rumah mengalami kerusakan cukup parah.

Di lokasi lain, jembatan penghubung di Koto Luar, Kecamatan Pauh, putus setelah struktur jembatan dihantam material besar yang terbawa arus banjir.

BPBD Kota Padang memprioritaskan evakuasi warga, pengamanan area berisiko, dan pemenuhan kebutuhan darurat bagi masyarakat terdampak. “Pendataan di lapangan terus dilakukan, termasuk pemutakhiran data kerusakan dan jumlah warga terdampak,” demikian laporan BPBD.

Pusat Pengendalian Operasi BPBD Provinsi Sumbar melaporkan cuaca ekstrem berdampak di 17 kelurahan pada tujuh kecamatan di Kota Padang. Selain banjir, longsor dan pohon tumbang terjadi di 14 titik. Petugas masih melakukan verifikasi data hingga Kamis sore.

Sementara itu, dalam rapat tingkat menteri yang digelar secara virtual, Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menyampaikan bahwa operasi penanganan darurat terus dilakukan bersama unsur organisasi perangkat daerah serta TNI–Polri.

“Data terakhir di Sumatera Barat, korban meninggal dunia mencapai 12 orang dan warga terdampak sekitar 12.000 jiwa,” kata Vasko dalam keterangan resminya, Kamis (27/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi petugas meliputi pembersihan material, gangguan akses komunikasi, serta perbaikan darurat infrastruktur vital. “Banyak titik longsor di badan jalan yang amblas dan pohon tumbang di sejumlah kabupaten dan kota,” ujarnya.

Pemprov Sumbar telah menetapkan status tanggap darurat. Beberapa kabupaten dan kota yang terdampak cuaca ekstrem juga menetapkan status serupa, dan wilayah lain diperkirakan segera menyusul. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *