Suasana hangat dan edukatif di kapal perang Kolinlamil menjadi pengalaman berharga bagi peserta berkebutuhan khusus.(Ist)
JAKARTA, NP — Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) membuka pintu kapal perangnya bagi siswa berkebutuhan khusus dari Sekolah Lentera Asa Peduli Autisme, Ciangsana, Bogor, dalam kegiatan warship tour di KRI Banda Aceh-593, Rabu (17/9/2025), di Dermaga Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kegiatan edukatif ini bertujuan memperkenalkan dunia kemiliteran kepada anak-anak dengan spektrum autisme, sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta Tanah Air sejak dini. Tur kapal perang ini menjadi momen yang penuh makna bagi para siswa, yang sebagian besar menghadapi tantangan dalam komunikasi dan interaksi sosial.
Sepanjang kegiatan, para siswa tampak antusias menjelajahi berbagai fasilitas di atas KRI Banda Aceh-593. Mereka diperkenalkan dengan ruang kendali, sistem radar, serta perlengkapan pertahanan dan persenjataan yang digunakan dalam mendukung berbagai misi TNI AL. Tak hanya itu, para siswa juga berdialog langsung dengan prajurit TNI AL yang menjelaskan kehidupan dan tugas-tugas di kapal perang.
Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil), Laksamana Muda TNI Rudhi Aviantara, menyampaikan apresiasinya terhadap kunjungan ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata dari semangat inklusivitas dan dukungan TNI AL terhadap pengembangan potensi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Kunjungan pelajar dari Sekolah Lentera Asa ini bukan sekadar tur edukasi, melainkan simbol inklusi yang kami perjuangkan di TNI AL. Mereka memiliki potensi luar biasa. Kami berharap kegiatan ini memberi mereka pengalaman dan semangat untuk terus berkembang dan percaya diri meraih impian,” ujar Rudhi.
Melalui kegiatan ini, Kolinlamil menegaskan bahwa dunia militer terbuka untuk mendukung program pendidikan dan sosial di masyarakat, termasuk bagi kelompok rentan. Pendampingan dan pendekatan personal juga dilakukan selama kegiatan, guna memastikan para siswa merasa nyaman dan dapat mengikuti tur dengan baik.
Kegiatan warship tour di Kolinlamil tidak hanya memperkenalkan sisi teknologi pertahanan, tetapi juga menjadi sarana membangun keberanian, wawasan, dan empati — sekaligus mengingatkan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkontribusi bagi bangsanya.(red)







Be First to Comment