Press "Enter" to skip to content

Menristek/Kepala BRIN Ingatkan Pentingnya Audit Teknologi sebagai Performance Improvement pada Seminar Nasional Audit Teknologi Tahun 2020

Social Media Share

JAKARTA, NP – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menghadiri sekaligus menjadi keynote speaker acara Seminar Nasional Audit Teknologi Tahun 2020 dengan tema “Peran Audit Teknologi dalam Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Nasional”. Pada seminar ini juga dikukuhkan kepengurusan Ikatan Auditor Teknologi Indonesia (IATI) masa bakti 2018-2024.

“Ini tentunya pengalaman pertama saya bergabung dengan komunitas Bapak Ibu sekalian, saya melihat rupanya auditor teknologi mempunyai simbol khusus berupa jaket sebagai ciri khas tersendiri yang berbeda dari auditor keuangan yang sering saya temui dahulu,” ungkap Menristek/Kepala BRIN saat menjadi keynote speaker di Auditorium B.J. Habibie, Gedung BPPT 2 lantai 3 pada Rabu (26/2).

Pada Seminar Nasional ini digelar diskusi panel yang menyuguhkan beberapa topik antara lain: Urgensi Audit Teknologi dalam Ketenagalistrikan, Urgensi Audit Teknologi dalam Infrastruktur Telekomunikasi, Penugasan Nasional SPBE, dan Audit Teknologi Bidang Kebencanaan. Dari kegiatan seminar ini diharapkan dapat memberi masukan terhadap perencanaan infrastruktur secara nasional terutama untuk pembangunan infrastruktur di Ibu Kota baru di Kalimantan Timur.

Menurut Menteri Bambang, UUD 1945 Amandemen keempat mengamanatkan pemerintah untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan peradaban dan kesejahteraan umat manusia. Di lain pihak penerapan teknologi yang tidak terkontrol dapat membawa dalam penyalahgunaan yang berakibat pada kerugian materiil, keselamatan jiwa, perusakan lingkungan, dan ancaman keamanan negara.

“Untuk itu perlu campur tangan negara khususnya Pemerintah dalam penerapan audit teknologi sebagai upaya pencegahan agar berbagai resiko tersebut dapat dihindari. Beberapa contoh kasus penerapan teknologi yang menimbulkan dampak kerugian antara lain kecelakan kereta api di Jawa, meledaknya tabung gas pertamina, yang lainnya teknologi produksi bubur kertas di Porsea, Sumatera Utara pada awal tahun dua ribuan yang ternyata tidak ramah lingkungan, serta yang bersama kita masih ingat runtuhnya jembatan di Tenggarong, Kutai Kertanegara,” ungkap Menteri Bambang.

Lebih jauh lagi, Menteri Bambang menyampaikan alat yang dapat digunakan untuk menyaring teknologi yang aman bagi publik serta mendorong inovasi dan daya saing dalam negeri adalah audit teknologi. Selain sebagai fungsi kontrol, audit teknologi dapat menghasilkan informasi yang objektif untuk mendukung fungsi manajemen teknologi dari suatu entitas bisnis terkait maintenance, perencanaan, dan pemilihan tekonologi.

“BPPT sebagai lembaga yang mempunyai tugas dan fungsi menghasilkan inovasi dan mempunyai kewenangan alih teknologi menjadi penting mendongkrak jumlah inovasi dihasilkan sesuai kebutuhan industri. Dalam kaitan itu saya merasa gembira dan memberikan apresiasi kepada BPPT yang saat ini telah mempunyai wadah pengembangan karir sebagai auditor teknologi yaitu IATI yang telah diresmikan pendiriannya sejak tahun 2012. Mudah-mudahan tentunya bisa memperkuat peran profesi auditor teknologi di Indonesia”, ujar Menteri Bambang.

Selain dihadiri oleh Menristek/Kepala BRIN dan Kepala BPPT Hamman Riza, acara seminar ini juga dihadiri oleh para pembicara lainnya, yaitu Darmawan Prasodjo dari PT. PLN, Ririek Ardriansyah dari PT. Telkom, dan Michael Andreas Purwoadi dari BPPT. Serta Yustiar Gunawan, Susalit Setyawibowo, dan Dwisuryo Indroyono Soesilo mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2014-2015) sebagai panelis.(rls)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan