Press "Enter" to skip to content

IEIC Optimistis Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok dan Eurasia untuk Dorong Investasi dan Perdagangan

Social Media Share

President IEIC, Devi Erna Rachmawati. (Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Indonesia Eurasia International Council (IEIC) menegaskan optimisme terhadap penguatan kemitraan strategis yang dinilai mampu memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi, pasca partisipasi dalam sejumlah pertemuan bersama delegasi dari berbagai provinsi di Tiongkok. Salah satunya melalui pertemuan dengan delegasi Department of Agriculture and Rural Affairs Provinsi Hunan pada April tahun lalu di Jakarta.

President IEIC, Devi Erna Rachmawati, mengatakan bahwa keterlibatan pihaknya dalam berbagai forum internasional tersebut berkaitan erat dengan upaya memperkuat arus investasi masuk ke Indonesia. “Partisipasi kami berkorelasi dengan upaya penguatan kemitraan, utamanya investasi, karena nilai investasi Tiongkok saat ini cukup besar,” ujarnya kepada Redaksi, Rabu (3/6/2026).

Indonesia Eurasia International Council sendiri merupakan organisasi yang berfokus pada penguatan hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, budaya, pendidikan, serta diplomasi masyarakat antara Indonesia dan negara-negara kawasan Eurasia. IEIC berperan sebagai platform kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam membangun kemitraan strategis yang berkelanjutan. “Kami dapat berperan sebagai advisor untuk investasi, termasuk dalam proses screening, misalnya penentuan bonafiditas perusahaan di Indonesia,” kata Devi Erna yang juga menjabat di KADIN Indonesia bidang pertanian.

Salah satu kegiatan partisipasi President IEIC, Devi Erna (kanan) bersama delegasi Department of Agriculture and Rural Affairs Provinsi Hunan pada April tahun lalu di Jakarta. (Foto: Ist)

Tiongkok sendiri merupakan salah satu mitra ekonomi terbesar Indonesia, dengan nilai perdagangan bilateral yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan setiap tahun. Sinergi kedua negara diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi kawasan sekaligus membuka peluang investasi baru yang mendukung pembangunan berkelanjutan. “Kami juga melakukan kolaborasi dengan berbagai perusahaan dari Rusia yang ingin berinvestasi. Kami membantu membuat feasibility study (FS) untuk pengamanan investasi, khususnya di sektor kesehatan dan pertanian,” tambahnya.

IEIC juga menilai Indonesia memiliki prospek besar dalam kemitraan global, terutama dengan posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara, sementara Tiongkok tetap menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia. Kolaborasi yang erat antara kedua negara dinilai akan membuka akses pasar lebih luas, mempercepat transfer teknologi, meningkatkan investasi, serta menciptakan lapangan kerja.

Selain itu, IEIC mendorong penguatan kerja sama di sektor ketahanan pangan, modernisasi pertanian, pengembangan industri hilirisasi, energi hijau, ekonomi digital, serta konektivitas perdagangan yang menghubungkan Indonesia dengan kawasan Eurasia dan Tiongkok. “Yang terbaru, kami menggelar program CSR (corporate social responsibility) untuk membantu petani dan pembudidaya. Tahun lalu kami juga melakukan kunjungan ke Uzbekistan. Dalam waktu dekat, awal Juli kami berharap ada penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan beberapa delegasi, termasuk CCPIT (China Council for the Promotion of International Trade),” tutup Devi Erna. (Liu)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *