Press "Enter" to skip to content

Kemenpar Perkuat Ekosistem Pariwisata Premium untuk Dorong Wisata Domestik

Social Media Share

Kementerian Pariwisata memperkuat pengembangan ekosistem pariwisata premium nasional melalui kegiatan Luxury Business Gathering.(Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat pengembangan ekosistem pariwisata premium nasional melalui kegiatan Luxury Business Gathering guna mendorong wisatawan nasional semakin memilih berwisata di dalam negeri dengan memanfaatkan beragam produk wisata berkualitas, eksklusif, dan berdaya saing tinggi.

Kegiatan yang berlangsung di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, tersebut mempertemukan pelaku industri pariwisata premium dengan calon pembeli potensial melalui format VIP luncheon dan business matching yang dirancang untuk memperluas jejaring bisnis sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih konkret.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan dinamika global, perubahan geopolitik, serta kondisi ekonomi dunia turut memengaruhi pola perjalanan wisatawan Indonesia. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi peluang bagi industri pariwisata nasional untuk semakin memperkuat daya saing produk wisata dalam negeri.

“Situasi ini menjadi peluang bagi industri pariwisata nasional untuk menghadirkan produk wisata berkualitas yang kompetitif sehingga masyarakat semakin tertarik untuk berwisata #DiIndonesiaAja,” kata Widiyanti dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (3/6/2026).

Potensi pasar wisata domestik juga terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada 2025 mencapai 1,20 miliar perjalanan atau tumbuh 17,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara pada periode Januari–Maret 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara telah mencapai 319,51 juta perjalanan, meningkat 13,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa Luxury Business Gathering menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pembeli potensial dengan pelaku industri pariwisata premium yang telah dikurasi oleh Kementerian Pariwisata.

Menurut Made, kegiatan tersebut menghadirkan pelaku usaha yang menawarkan paket dan produk wisata premium dengan layanan eksklusif serta pengalaman berkualitas tinggi sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar luxury tourism yang terus berkembang.

Sementara itu, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Erwita Dianti, mengatakan kegiatan tersebut menghadirkan 10 seller premium dan sekitar 25 buyer potensial dalam format pertemuan yang lebih terarah dan produktif.

“Melalui konsep rotasi meja dan diskusi yang lebih intensif, kami berharap tercipta peluang kerja sama bisnis yang konkret dan berkelanjutan,” ujar Erwita.

Sepuluh seller yang berpartisipasi berasal dari berbagai subsektor industri pariwisata premium, mulai dari jaringan hotel internasional, operator perjalanan wisata, pelaku wisata bahari, hingga asosiasi industri pariwisata.

Erwita menambahkan, kegiatan ini menjadi proyek percontohan Kementerian Pariwisata dalam membangun ekosistem pariwisata premium domestik yang semakin kuat, terintegrasi, dan berdaya saing. Melalui sinergi antarpemangku kepentingan, Indonesia diharapkan semakin mampu memperkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata premium berkelas dunia.

Kementerian Pariwisata berharap kolaborasi antara pelaku industri dan pembeli potensial dapat memperluas pergerakan wisatawan di dalam negeri, meningkatkan pemanfaatan produk wisata premium nasional, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian dan masyarakat di destinasi wisata. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *