Tradisi pertukaran cinderamata antara TNI AL dan JMSDF menutup rangkaian kunjungan kehormatan Admiral Saito Akira di KRI Sultan Iskandar Muda-367.(Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Hubungan bilateral antara TNI Angkatan Laut dan Japan Maritime Self-Defence Force (JMSDF) kian menguat. Di sela kunjungan kerjanya ke Indonesia, Chief of Staff JMSDF Admiral Saito Akira melaksanakan kunjungan kehormatan ke kapal perang Satuan Tugas Koarmada II, KRI Sultan Iskandar Muda-367 (KRI SIM-367), yang tengah bersandar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Kamis (5/1).
KRI SIM-367 diketahui baru saja menuntaskan misi Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL di Lebanon. Kehadiran kapal ini menjadi perhatian khusus Admiral Saito mengingat rekam jejaknya dalam berbagai misi internasional.
Dalam kunjungannya, Admiral Saito beserta rombongan disambut dengan jajar kehormatan (valreep), sebelum meninjau langsung sejumlah kecanggihan teknologi kapal perang kelas SIGMA tersebut. Ia tampak antusias menyimak paparan mengenai kemampuan KRI SIM-367, khususnya dalam mengintegrasikan sistem sensor dan persenjataan modern pada kelas korvet.
Apresiasi disampaikan pihak JMSDF terhadap profesionalisme prajurit TNI AL serta kemampuan kapal yang dinilai mampu beroperasi selaras dengan standar teknologi tinggi armada Jepang. Hal ini mencerminkan keberhasilan pemeliharaan alutsista sekaligus kualitas sumber daya manusia TNI AL yang telah berada pada level global.
“Kunjungan ini bukan sekadar protokoler, melainkan bukti kepercayaan internasional terhadap profesionalisme prajurit TNI AL. KRI SIM-367 merupakan representasi kesiapan TNI AL dalam menjaga stabilitas kawasan,” ujar Komandan KRI SIM-367, Letkol Laut (P) Anugerah Annarullah.
Sebagai penutup, kedua pihak melaksanakan tradisi pertukaran cinderamata yang melambangkan semangat Brotherhood of the Sea. Kunjungan ini menjadi pesan kuat bagi komunitas internasional bahwa sinergi TNI AL dan JMSDF tidak hanya berorientasi pada kekuatan militer, tetapi juga pada komitmen bersama menjaga perdamaian dunia berdasarkan prinsip hukum laut internasional (UNCLOS 1982).
Sebelumnya, dalam rangkaian lawatannya di Jakarta, Admiral Saito Akira telah menggelar pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, serta bertemu Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin untuk membahas sejumlah kerja sama strategis antara kedua negara. (red)







Be First to Comment