Patroli rutin di perairan sekitar Kota Ambon, menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas laut.(Ist)
JAKARTA, NP – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan perairan Indonesia. Dalam operasi patroli rutin di perairan sekitar Kota Ambon, TNI AL berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang dilakukan oleh kapal motor KM Berkah Jaya. Penangkapan ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Nala Kodaeral IX, Desa Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Provinsi Maluku, pada Rabu (17/9).
Menurut keterangan yang disampaikan oleh Komandan Satuan Patroli Kodaeral IX, Kolonel Laut (P) Hapsoro A. Purbaningtyas, penyelundupan solar tersebut berhasil terungkap setelah dilakukannya pengejaran terhadap KM Berkah Jaya. Kapal tersebut diduga sedang membawa 60.000 liter (setara 60 ton) solar ilegal yang akan diselundupkan ke perairan Laut Arafura.
“Dalam pemeriksaan awal, kami menemukan bahwa KM Berkah Jaya menyalahgunakan surat izin kapal ikan menjadi kapal pengangkut BBM, dan ada 4 orang anak buah kapal (ABK) yang tidak tercatat dalam manifest pelayaran kapal tersebut,” jelas Kolonel Hapsoro. Selain itu, kapal tersebut juga tidak dapat menunjukkan dokumen manifest atau izin yang sah untuk pengangkutan BBM. Selain itu, pemeriksaan lebih lanjut menemukan bahwa solar yang dibawa kapal tersebut tidak memiliki tanda pengesahan dari Pertamina, yang menandakan bahan bakar tersebut merupakan barang ilegal.
Sebagai tindak lanjut, seluruh ABK kapal dan barang bukti telah diamankan dan dibawa ke pangkalan Kodaeral IX untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini akan diserahkan kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Penindakan ini menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan laut Indonesia. “Patroli keamanan laut terus kami tingkatkan untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran, termasuk penyelundupan BBM ilegal, illegal fishing, dan pelanggaran hukum lainnya,” tambah Kolonel Hapsoro.
TNI AL juga menegaskan bahwa penegakan hukum di laut merupakan implementasi dari perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Beliau selalu menekankan pentingnya kesiapan prajurit TNI AL dalam menghadapi ancaman serta mengantisipasi berbagai pelanggaran hukum di wilayah laut yurisdiksi Indonesia, seperti penyelundupan barang ilegal, imigran gelap, hingga narkoba.
Pihak Kodaeral IX berjanji akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan demi menciptakan stabilitas keamanan maritim yang lebih baik di Indonesia.(red)







Be First to Comment