Press "Enter" to skip to content

TNI AL Gagalkan Aksi Penangkapan Ikan dengan Bom di Perairan Nias Selatan

Social Media Share

Danlanal Nias Kolonel Laut (P) Lexi Effraim Dumais memaparkan kronologi penangkapan kapal ikan pelaku illegal fishing di Nias Selatan, didampingi unsur Forkopimda setempat.(Ist)

JAKARTA, NP – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Nias berhasil menggagalkan aksi penangkapan ikan secara ilegal menggunakan bahan peledak di perairan Hibala, Kabupaten Nias Selatan, pekan lalu. Kapal ikan KM. Rezeki berikut tujuh anak buah kapalnya diamankan dalam operasi tersebut.

Komandan Lanal Nias Kolonel Laut (P) Lexi Effraim Dumais mengungkapkan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat mengenai aktivitas illegal fishing yang menggunakan bahan peledak di sekitar Desa Reke, Kecamatan Pulau-pulau Batu Barat.

“Informasi itu segera kami tindak lanjuti. Tim Patroli Kamla Lanal Nias langsung bergerak menuju lokasi dan berhasil mengamankan kapal beserta seluruh awaknya,” ujar Lexi dalam konferensi pers di Mako Lanal Nias, Jumat (31/10/2025).

Dalam penggeledahan, petugas menemukan berbagai barang bukti yang digunakan untuk kegiatan pengeboman ikan. Di antaranya 13 botol besar dan 15 botol kecil bahan peledak, 49 botol kosong, dua kompresor, satu mesin dompeng, dua GPS Garmin, serta sekitar 22 kilogram bubuk potasium. Selain itu, turut diamankan sekitar 1 ton ikan hasil tangkapan yang diduga diperoleh dengan menggunakan bahan peledak.

Seluruh barang bukti dan tujuh ABK kini ditahan di Mako Lanal Nias untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Kolonel Lexi menegaskan, praktik penangkapan ikan dengan bahan peledak masih marak terjadi di wilayah perairan Nias dan sekitarnya. Karena itu, TNI AL akan terus memperketat pengawasan dan penegakan hukum di laut.

“Sepanjang tahun 2025 ini, Lanal Nias telah melakukan penindakan terhadap tiga kapal yang kedapatan menggunakan bom ikan. Ini merupakan perintah langsung dari Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dan bentuk komitmen TNI AL menjaga keamanan laut serta kelestarian biota laut,” tegasnya.

Dalam konferensi pers tersebut turut hadir Wakil Bupati Nias Selatan Ir. Yusuf Nache, Kabag Ops Polres Nias Selatan AKP Bruno Harefa, dan perwakilan Kejari Nias Selatan Emil Brunner. (red)

 

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *