Ratusan anggota Pramuka Saka Bahari mengikuti Apel Gabungan Saka Bahari Tahun 2026 di Dermaga Pondok Dayung, Jakarta Utara, Selasa (1/9/2026).(Foto: Ist)
JAKARTA, NP – TNI Angkatan Laut (TNI AL) mendorong anggota Pramuka Saka Bahari menjadi generasi muda yang tangguh, adaptif, melek teknologi, sekaligus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat di tengah perubahan lingkungan strategis dan pesatnya perkembangan teknologi.
Pesan tersebut mengemuka dalam Apel Gabungan Pramuka Saka Bahari Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Apel Dermaga Pondok Dayung, Jakarta Utara, Selasa (1/9/2026). Apel dipimpin Komandan Pusat Teritorial Angkatan Laut (Danpusteral) Kolonel Laut (P) Dr. Rully Riono selaku Kapinsaka Bahari Tingkat Nasional.
Kegiatan yang diikuti sekitar 350 anggota Saka Bahari se-Jabodetabek itu mengangkat tema “Pembinaan Saka Bahari Nasional Melalui Kegiatan Rapim Saka Bahari Nasional dan Apel Gabungan Saka Bahari Guna Mewujudkan RAK Juang yang Tangguh dalam Rangka Mendukung Pertahanan Negara di Laut”.
Dalam amanatnya, Rully menegaskan pembinaan generasi muda melalui Saka Bahari menjadi bagian dari upaya TNI AL dalam pemberdayaan wilayah pertahanan laut (Dawilhanla). Menurutnya, pembinaan tersebut semakin penting seiring perubahan lingkungan strategis yang berlangsung cepat di tengah Revolusi Industri 4.0 dan transisi menuju Society 5.0.
“Era saat ini menuntut teknologi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari untuk menciptakan nilai tambah dan memecahkan masalah sosial dengan manusia sebagai pengendali utama. Namun, perubahan ini juga membawa tantangan seperti persaingan global, disrupsi teknologi, isu kesehatan mental, hingga maraknya penyebaran hoaks dan informasi palsu yang berpotensi mengganggu sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Rully dalam amanat tertulisnya.
Menghadapi kondisi tersebut, TNI AL melalui Saka Bahari menekankan pentingnya generasi muda tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara produktif, etis, dan bertanggung jawab. Kemampuan beradaptasi serta memecahkan persoalan menjadi bekal penting agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menghadapi perubahan secara kritis dan konstruktif.
Di sisi lain, pembinaan Saka Bahari diarahkan untuk memperkuat kecintaan terhadap tanah air dan wawasan kebangsaan. Karakter tersebut dinilai penting untuk membangun generasi muda yang memiliki daya saing sekaligus tetap berorientasi pada kepentingan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Apel gabungan tersebut diikuti Pimpinan Saka Bahari Kwarcab DKI Jakarta, SMK Hang Tuah 1 dan 2 Jakarta, SMK Pelayaran Jakarta Raya, SMAN 72 Jakarta, SMA PGRI 12 Jakarta, serta unsur Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, termasuk Wakil Ketua Kwarnas Bidang Abdimas, Wakil Ketua Kwarnas Bidang Sakoma, Ketua Dewan Kerja Nasional Gerakan Pramuka, Sekretaris Anas Bidang Sakoma C Saka, Kapusdiklatnas Gerakan Pramuka, dan Kabiro Satuan Karya Pramuka (red)







Be First to Comment