Press "Enter" to skip to content

Perwira Remaja TNI AL, Generasi Penerus Pemimpin Bangsa Di Era Indonesia Emas 2045

Social Media Share

JAKARTA, NP –  Bersama dengan Perwira Remaja (Paja) lulusan Akademi Militer, Akademi Angkatan Udara dan lulusan Akademi Kepolisian, 94 Perwira Remaja lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-68 baru saja dilantik oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo pada Upacara Pelantikan Prasetya Perwira (Praspa) tahun 2023 di Halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (26/7). Usai dilantik oleh Presiden, ke-94 Perwira Remaja AAL tersebut berkesempatan untuk menerima pembekalan dari Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali di gedung Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kegiatan pembekalan kepada Paja AAL tersebut turut dihadiri oleh Ketua Gabungan Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali, Pejabat Utama Mabesal, Pimpinan Kotama TNI AL diantaranya adalah Panglima Komando Lintas Laut Militer Laksda TNI Edwin, S.H., M.Han, M.H. Dalam arahannya, Kasal menyampaikan bahwa acara pembekalan ini bertemakan “Paja AAL -68 Generasi Penerus Pemimpin Bangsa di Era Indonesia Emas 2045”. Hal tersebut sangat relevan karena dalam waktu tiga dekade mendatang merekalah generasi penerus yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan TNI AL di masa-masa dekade Indonesia emas pada tahun 2045 nanti.

Kasal juga menyampaikan tentang dampak perubahan teknologi juga mempengaruhi terhadap kehidupan Perwira, seperti disiplin dan militansi menurun, literasi pendidikan rendah, jiwa sosial terdegradasi. Pengaruh-pengaruh tersebut harus dihindari dan disikapi dengan bijak agar tidak memberikan dampak negatif bagi kehidupan sesuai profesi dan etika sebagai Perwira TNI AL.

“Perwira Remaja lulusan AAL angkatan ke-68 merupakan bagian dari generasi-Z yang akan menjadi penerus pemimpin bangsa yang banyak berkiprah pada masa-masa dekade Indonesia emas nantinya. Oleh karena itu tantangan Perwira TNI AL saat ini dihadapi dengan beban tugas yang sangat kompleks, sebagai Perwira Jalasena, nilai-nilai kompetensi yang perlu dikembangkan yakni pemecahan masalah, beradaptasi, kolaborasi, kepemimpinan dan kreativitas, inovasi, humanisme dan kepekaan sosial.” ungkap Kasal. (Dispen Kolinlamil)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *