Press "Enter" to skip to content

Penguatan Stabilitas Kawasan Strategi Hadapi Ketidakpastian Global

Social Media Share

JAKARTA, NP- Menghadapi Ketidakpastian global, Associaton Of Southeast Asian Nations (ASEAN), organisasi ekonomi dan geopolitik khusus untuk negara-negara di wilayah Asia Tenggara akan memperkuat stabilitas kawasan di luar urusan ekonomi.

“Pertama mungkin yang mendasar, di luar urusan ekonomi yang sangat berdampak itu adalah stabilitas kawasan. Jadi kita juga sangat sadar pentingnya stabilitas kawasan,” kata Dirjen Kerja sama ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Sidharto R. Suryodiporo dalam diskusi daring bersama Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Jakarta, Senin (6/2/2023).

Diskusi mengambil tema “Potret ASEAN Terkini di Kancah Global: Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023”.

Sidharto mengatakan, Asean sebenarnya sangat beruntung karena memiliki satu modal sebagai diplomasi yang berlapis-lapis, dan melalui beberapa kanal, Asean mempersiapkan satu platform diplomasi yang sentral yang diharapkan mampu memperkuat stabilitas kawasan.

Sementara itu, terkait urusan ekonomi, Sidharto menekankan pentingnya penguatan terhadap beberapa isu sensitif seperti ketahanan pangan dan ketahanan energi melalui kerja sama di antara negara-negara Asean.

“Ini kita akan meningkatkan kerja sama di antara Asean sendiri, mencapai kesepakatan bagaimana kerja sama pangan di saat keadaan krisis. Kita bisa saling membantu dan membangun kerja sama dengan negara-negara penghasil pangan dunia,” katanya.

Demikianpun kerja sama dalam bidang energi, kesehatan, keuangan serta digitalisasi ekonomi. Semua ini akan dimaksimalkan sehingga Indonesia berdaya saing di tingkat Asean maupun secara global.

Namun ia mengingatkan, untuk mencapai hal tersebut di atas dibutuhkan ekosistem kawasan yang memiliki aturan yang sama atau minimal serupa. Dalam setahun terakhir ini, kata Sidharto, ada kesamaan pandangan tentang hal ini.

“Saya kira dengan ini kita bisa optimis bahwa Asia Tenggara ini juga bisa menjadi tempat yang ikut menentukan standar. Atau kalau negara lain dapat menentukan standarnya sendiri, maka negara-negara Asean termasuk Indonesia juga harus bisa menentukan standar sendiri dan bisa diikuti oleh negara-negara lain,” tegas Sidharto.

Di tempat sama, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional RI, Andi Widjajanto mengatakan tantangan utama Indonesia dalam di ASEAN di tahun 2023 ini adalah mencari terobosan yang menunjukkan dan membuktikan bahwa Indonesia layak duduk dalam keketuaan ASEAN.

“Indonesia memang harus menunjukkan kepemimpinan kuat agar tetap berperan sentral untuk menentukan stabilitas politik dan keamanan di kawasan,” ujar Andi.

Dalam perkembangan saat ini, menurut Andi ada potensi ASEAN cukup tinggi tetapi tantangan potensi kemunculan ASEAN ini di kancah global seperti terkait investasi dan perdagangan internasional.

“Dalam kancah global kita tahu bahwa ekonomi global ini bisa dibilang masih penuh tanda tanya. Nggak tahu apa yang terjadi kedepannya,” imbuh Andi.

Sementara itu, Kepala Dept. Ekonomi CSIS, Fajar Hirawan mengatakan salah satu tantangannya terkait konflik yang terjadi di Amerika dan di Eropa.

“ASEAN memang terlihat baik-baik saja tapi kalau kita bicara lebih mikro lagi di kawasan misalnya tabilitas politik dan keamanan pasti akan dipengaruhi oleh bagaimana politik dan keamanan secara keseluruhan itub bisa dijaga,” kata Fajar. (dito)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *