Press "Enter" to skip to content

KRI Teluk Lampung 540 Lego Jangkar Debarkasi Satgas Pamputer

Social Media Share

JAKARTA, NP – KRI Teluk Lampung 540 yang mendukung Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Pamputer) wilayah timur Indonesia Tiba di Pulau Brass, Papua, Minggu (4/10).

Kapal perang jenis Frosch jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) ini lego jangkar untuk debarkasi personel pasukan marinir dari Pasmar 3 Sorong Dan personel dari Korem Biak yang akan menjaga keamanan di Pulau Brass.

“Para Prajurit Marinir Dan Korem Biak yang kami turunkan menggunakan perahu nelayan. Karena Kapal kami tidak bisa sandar di Pulau Brass” kata Komandan KRI Teluk Lampung 540 Letkol Laut (P) Edi Herdiana.

KRI Teluk Lampung 540 merupakan jenis Angkut Tank Frosch (ATF) buatan Jerman. KRI ini mengangkut prajurit marinir Dan AD serta material pendukung untuk melaksanakan operasi di daerah perbatasan pulau terluar di wilayah Indonesia Timur ini selama 10 bulan.

Selanjutnya, KRI Teluk Lampung 540 Setelah debarkasi, dilanjutkan dengan embarkasi personel Pasmar 3 dan Korem Biak sebagai bagian dari pelaksanaan rotasi Satgas Pamputer di Pulau Brass.

Panglima Kolinlamil Laksda TNI Irwan Achmadi, M.Tr (Han) menegaskan unsur – unsur Kapal perangnya siap mendukung Operasi Pengamanan Pulau terluar diseluruh wilayah NKRI, di wilayah barat Indonesia adalah yang berbatasan dengan negara tetangga di antaranya Pulau Rondo, Pulau Berhala, Pulau Nipah, Pulau Ranai, serta Pulau Sekatung.

Sementara untuk wilayah Timur Indonesia meliputi Pulau Marore, Pulau Miangas, Pulau Marampit, Pulau Fani, Pulau Fanildo, Pulau Brass, Pulau Biak, Pulau Batek, dan Pulau Danarote. (Dispen Kolinlamil)

ng mendukung Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Pamputer) wilayah timur Indonesia Tiba di Pulau Brass, Papua, Minggu (4/10).

Kapal perang jenis Frosch jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) ini lego jangkar untuk debarkasi personel pasukan marinir dari Pasmar 3 Sorong Dan personel dari Korem Biak yang akan menjaga keamanan di Pulau Brass.

“Para Prajurit Marinir Dan Korem Biak yang kami turunkan menggunakan perahu nelayan. Karena Kapal kami tidak bisa sandar di Pulau Brass” kata Komandan KRI Teluk Lampung 540 Letkol Laut (P) Edi Herdiana.

KRI Teluk Lampung 540 merupakan jenis Angkut Tank Frosch (ATF) buatan Jerman. KRI ini mengangkut prajurit marinir Dan AD serta material pendukung untuk melaksanakan operasi di daerah perbatasan pulau terluar di wilayah Indonesia Timur ini selama 10 bulan.

Selanjutnya, KRI Teluk Lampung 540 Setelah debarkasi, dilanjutkan dengan embarkasi personel Pasmar 3 dan Korem Biak sebagai bagian dari pelaksanaan rotasi Satgas Pamputer di Pulau Brass.

Panglima Kolinlamil Laksda TNI Irwan Achmadi, M.Tr (Han) menegaskan unsur – unsur Kapal perangnya siap mendukung Operasi Pengamanan Pulau terluar diseluruh wilayah NKRI, di wilayah barat Indonesia adalah yang berbatasan dengan negara tetangga di antaranya Pulau Rondo, Pulau Berhala, Pulau Nipah, Pulau Ranai, serta Pulau Sekatung.

Sementara untuk wilayah Timur Indonesia meliputi Pulau Marore, Pulau Miangas, Pulau Marampit, Pulau Fani, Pulau Fanildo, Pulau Brass, Pulau Biak, Pulau Batek, dan Pulau Danarote. (Pen)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan