Press "Enter" to skip to content

Jung Kwatu Kembangkan Generasi Bahari Lewat Olahraga Dayung

Social Media Share

Ilustrasi – Dengan penuh semangat, anak-anak muda dari berbagai latar belakang mengikuti latihan dayung.(Ist)

JAKARTA, NP — Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi kelautan yang besar. Namun, potensi tersebut tidak akan optimal tanpa kehadiran sumber daya manusia yang memiliki karakter maritim yang kuat. Dalam konteks ini, pembinaan generasi muda menjadi elemen kunci.

Jung Kwatu, sebuah komunitas pembinaan olahraga dayung, hadir dengan misi membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki semangat kebaharian yang kokoh. Melalui kegiatan olahraga dayung, Jung Kwatu berupaya menanamkan nilai-nilai disiplin, integritas, sportivitas, militansi, dan patriotisme kepada para peserta binaannya.

“Laut adalah masa depan bangsa. Melahirkan SDM berkarakter maritim adalah kunci kebangkitan Indonesia sebagai negara maritim dunia. Dayung bukan sekadar olahraga, tetapi strategi membentuk generasi muda yang tangguh sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar,” ujar Pembina Jung Kwatu, Kolonel Marinir Kakung Priyambodo, dalam keterangannya, Senin (1/9/2025).

Pendekatan Terpadu

Menurut Kakung, Jung Kwatu mengembangkan pendekatan pembinaan yang bersifat holistik. Olahraga dayung dijadikan sebagai pintu masuk untuk membangun ekosistem bahari yang terintegrasi dengan pengembangan prestasi, pariwisata, ekonomi kerakyatan, serta pendidikan karakter.

Dalam aspek prestasi, Jung Kwatu membina atlet-atlet muda yang telah berkompetisi hingga tingkat nasional. Sementara itu, sejumlah kawasan sungai dan waduk dikembangkan sebagai destinasi wisata olahraga air, yang turut mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah sekitar.

Adapun dalam aspek edukasi, komunitas ini aktif membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga laut, menjalani gaya hidup sehat, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui kegiatan berbasis lingkungan dan kebaharian.

“Dengan pendekatan ini, Jung Kwatu tidak hanya membina atlet, tetapi juga melahirkan ekosistem bahari yang utuh. Inilah model baru pembinaan olahraga sekaligus pemberdayaan masyarakat yang dapat dijadikan role model nasional,” kata Kakung.

Dorong Kebangkitan Maritim

Kakung menambahkan, Indonesia membutuhkan lebih banyak inisiatif yang menjadikan pembangunan karakter generasi muda sebagai fondasi kebangkitan maritim. Ia meyakini, kekuatan bangsa di masa depan terletak pada kemampuannya dalam memanfaatkan laut secara berkelanjutan dan berbasis pada manusia yang tangguh.

Melalui komitmen dan konsistensi yang terus dijaga, Jung Kwatu berharap dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, dimulai dari pembinaan di tingkat komunitas.(red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *