Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul mengatakan, TNI AL terus mengerahkan sejumlah unsur untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan tersebut. “Dalam operasi ini, TNI AL mengerahkan sejumlah unsur, di antaranya KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang diperkuat Helly Panther HS-1311, satu tim Kopaska, satu tim Koppeba, tim kesehatan Koarmada II, serta perlengkapan pendukung dan kantong jenazah,” ujar Tunggul dalam siaran pers, Senin (14/9/2026).
Selain itu, TNI AL juga mengerahkan KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-732, KRI Canopus-936, dan KAL Kumai II-13-51. Operasi turut didukung unsur udara CN-235 (MPA P-8301) serta helikopter Basarnas untuk memperluas cakupan pencarian korban di wilayah perairan Laut Jawa.
Salah satu kapal penyelamat, MV Haida, telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 18.30 WITA dengan membawa 69 korban yang seluruhnya dinyatakan selamat. Selanjutnya, pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 06.10 WITA, MT Mauhau tiba di Pelabuhan Trisakti dengan membawa 16 korban, terdiri atas 15 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.
Setibanya kapal penyelamat di Pelabuhan Trisakti, Posko SAR langsung melakukan penanganan terhadap para korban. “Tim medis, anggota BP Lanal Banjarmasin, serta relawan turut bersiaga untuk memberikan pertolongan pertama dan penanganan medis lanjutan kepada para korban,” kata Tunggul.
Lima rumah sakit rujukan di Banjarmasin juga disiagakan untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan medis para korban. Kelima rumah sakit tersebut yakni RS TPT, RS Suaka Insan, RSUD Ansari Saleh, RS Bhayangkara, dan RSUD Ulin.
Sementara itu, KAL Kumai II-13-51 terus melaksanakan penyisiran di sektor perairan lokasi kejadian untuk mencari korban yang masih belum ditemukan. Berdasarkan pemantauan terkini, belum ditemukan tanda-tanda maupun objek terapung di permukaan laut yang berkaitan dengan korban.
Tunggul menegaskan, TNI AL bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus mengintensifkan pencarian dan pertolongan terhadap korban yang masih belum ditemukan. “Sinergi lintas sektor terus diperkuat sebagai bentuk komitmen dalam memberikan respons cepat dan optimal dalam operasi kemanusiaan di wilayah perairan Indonesia,” ujarnya.
Operasi tersebut dilaksanakan sesuai dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (red)







Be First to Comment