Prof. Petrus R. Golose bersama Presiden International Table Tennis Federation (ITTF), Petra Erika Gummesson Sörling di Lausanne, Swiss, membahas langkah strategis pembinaan tenis meja Indonesia.(Ist).
LAUSANNE, SWISS – Ketua Umum Indonesia Pingpong League (IPL), Komjen (P) Prof. Dr. Petrus R. Golose, melakukan pertemuan strategis dengan Presiden International Table Tennis Federation (ITTF), Petra Erika Gummesson Sörling, dan Sekretaris Jenderal ITTF, Raul Calin, di markas ITTF, Lausanne, Swiss, Kamis (30/10/2025). Pertemuan membahas arah kerja sama dan penguatan sistem pembinaan prestasi tenis meja di Indonesia.
Prof. Petrus menekankan pentingnya fokus pada generasi muda agar Indonesia kembali berprestasi di kancah internasional. Ia menyoroti keberhasilan atlet muda Indonesia yang menjuarai turnamen U-17, hasil dari terbentuknya IPL pada Agustus lalu yang telah mendapat pengakuan resmi ITTF.
“Kita tidak perlu lagi melihat ke belakang. Mari bersama menatap ke depan demi kemajuan tenis meja Indonesia. Saatnya kita fokus pada generasi muda dan menjadikan Indonesia kembali bersinar di dunia internasional, We make Indonesia shining again,” ujar Prof. Petrus dalam keterangan resmi, Jumat (31/10/2025).
Presiden ITTF Petra Sörling menyampaikan apresiasi atas langkah Indonesia. Ia menekankan tekad dan semangat sebagai faktor penting dalam membangun organisasi olahraga yang kuat, dengan contoh turnamen di Eropa yang diikuti lebih dari 6.100 pemain.
“Dalam keluarga besar tenis meja, perbedaan adalah hal yang wajar. Namun yang terpenting, tenis meja menyatukan kita. Mari kita pertahankan semangat ini dan terus melangkah maju. Tenis meja adalah olahraga mental, pikiran harus tajam,” ungkap Sörling.

Sekretaris Jenderal ITTF Raul Calin menekankan perlunya merangkul seluruh perkumpulan tenis meja di Indonesia untuk memperkuat sinergi pembinaan nasional. Ia menegaskan pembentukan organisasi baru tenis meja di Indonesia adalah hasil kesepakatan 227 anggota ITTF di seluruh dunia.
“Kita harus membuat tenis meja berkembang lebih maju dalam beberapa tahun ke depan. Levelnya harus dinaikkan, karena jumlah pemain tenis meja jauh lebih banyak dan potensinya luar biasa besar,” kata Calin.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini juga dihadiri Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Wijaya Mithuna Noeradi, Wakil Direktur Operasional IPL Urip Sucipto, dan Staf Khusus Ketua Umum IPL Bidang Hubungan Internasional, Amb. Harry Richard James Kandou.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi IPL dan ITTF dalam membangun kemitraan strategis jangka panjang, termasuk pengembangan pembinaan atlet muda, peningkatan kapasitas pelatih nasional, serta rencana penyelenggaraan kompetisi internasional di Indonesia. Prof. Petrus turut mengundang Presiden ITTF kembali ke Bali untuk bermain tenis meja bersama. (red)







Be First to Comment