Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan 35 Pemerintah kabupaten/kota se-Jateng melakukan penandatanganan Naskah Kerjasama dan Rencana Kerja tentang Sinergi dan Dukungan Sertifikasi Halal dalam Program Kerja Pemerintah Daerah di Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah ke-81. (Foto: BPJPH)
BOYOLALI, NP- Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan 35 Pemerintah kabupaten/kota se-Jateng melakukan penandatanganan Naskah Kerjasama dan Rencana Kerja tentang Sinergi dan Dukungan Sertifikasi Halal dalam Program Kerja Pemerintah Daerah.
Penandatanganan dilakukan pada Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah yang ke-81 yang digelar di Alun-Alun Kidul Boyolali, Rabu (19/8/2026).
Kepala BPJPH RI, Ahmad Haikal Hasan, mengapresiasi komitmen kuat Pemprov Jateng beserta seluruh jajaran pemerintah daerah dalam membangun sinergi ekosistem halal.
“Kerja sama ini merupakan bukti nyata hadirnya negara melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan perlindungan dan kemudahan bagi para pelaku usaha dalam memperoleh sertifikasi halal,” ujar pria yang akrab disapa Babe Haikal tersebut.
Naskah Kerjasama dan Rencana Kerja yang melibatkan 35 kabupaten/kota se-Jateng tersebut mencakup penguatan layanan sertifikasi halal, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, sosialisasi, pertukaran data dan informasi, pemanfaatan sarana dan prasarana daerah, serta pembinaan dan pengawasan jaminan produk halal.
Babe Haikal juga mendorong pemerintah daerah untuk memperluas fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMK agar mereka mampu meningkatkan daya saing produknya, memperluas akses pasar, kepercayaan konsumen, dan meningkatkan omzet usahanya.
Babe Haikal menegaskan bahwa sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga merupakan instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau bicara halal, bukan hanya makanan atau minuman saja. Ada kosmetik, fragrance, fashion, storage, logistik, angkutan, ritel, sampai ingredient. Ini semua punya potensi ekonomi yang nilainya sangat besar,” ujar Babe Haikal.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan pentingnya semangat kolaborasi dan gotong royong dalam pembangunan daerah. Mengusung tema “Jawa Tengah 81 Gumregah Nyawiji”, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu dalam mewujudkan kemajuan Jawa Tengah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh masyarakat Jawa Tengah, dari lubuk hati kami yang paling dalam saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja sama dan kontribusi panjenengan semuanya,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Karena itu, pada momentum HUT ke-81, Luthfi secara khusus mengundang perwakilan petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, pemuda, dan penyandang disabilitas untuk hadir dalam upacara.
Ia menyebut mereka sebagai bagian penting dari perjuangan membangun Jawa Tengah. Kerja keras mereka, kata Ahmad Luthfi, tidak selalu terlihat ataupun tercatat, tetapi manfaatnya dirasakan oleh jutaan masyarakat. (har)







Be First to Comment