Tim SAR Gabungan menyisir perairan Teluk Tomini pada hari ketiga operasi pencarian korban hilang. Satu korban, Ferdiansyah, nahkoda speed boat, masih dalam pencarian.(Foto: Basarnas)
GORONTALO, NP – Tim SAR Gabungan memasuki hari ketiga pencarian terhadap Ferdiansyah (29), nahkoda speed boat yang hilang kontak di Perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Setelah 12 korban berhasil ditemukan selamat, operasi kini difokuskan untuk menemukan satu korban terakhir yang masih dinyatakan hilang.
Sebanyak 12 korban sebelumnya ditemukan dalam kondisi selamat pada Sabtu (25/7/2026) di koordinat 0°04’18.77″ LU – 121°31’32.95″ BT. Mereka ditemukan oleh SRU 3 yang menggunakan speed boat milik Sanctum Una-Una Dive Resort setelah melakukan penyisiran di jalur pelayaran yang diduga menjadi lintasan speed boat sebelum mengalami kecelakaan.
Seluruh korban langsung dievakuasi menuju Sanctum Resort Tojo Una-Una untuk mendapatkan penanganan. Setelah proses evakuasi selesai, Tim SAR Gabungan kembali menyisir area sekitar lokasi penemuan. Namun, Ferdiansyah yang merupakan pengemudi speed boat belum berhasil ditemukan.
Pada hari ketiga operasi, Minggu (26/7/2026), Tim SAR Gabungan mengerahkan tiga SRU untuk memperluas pencarian. SRU 1 menggunakan RIB 03 Gorontalo bergerak dari Dermaga Pantai Pohon Cinta menuju area pencarian sesuai titik koordinat yang telah ditentukan.
SRU 2 menggunakan KN SAR Bhisma bergerak menuju Tojo Una-Una untuk melakukan penjemputan terhadap sejumlah warga negara asing (WNA) yang menjadi korban selamat. Mereka yakni Milan Kasik (Republik Ceko), Rani Permentier (Belgia), Mathijs Sercu (Belgia), Jelka Van Driesum (Belanda), Hinke Van Deer (Belanda), Roeland Van Driesum (Belanda), dan Age Van Driesum (Belanda).
Selain itu, empat WNA lainnya masih berada di wilayah Una-Una, yaitu Matthias Prange (Jerman), Celine Josette Menguy (Prancis), Hector Fabio Prange (Jerman), dan Ronny Josue Prange (Jerman). Setelah proses penjemputan, KN SAR Bhisma melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Ampana sekaligus melakukan pencarian di sepanjang rute pelayaran.
Sementara SRU 3 menggunakan speed boat Sanctum Una-Una Dive Resort melakukan penyisiran dengan cakupan area mencapai 206 nautical mile persegi.
Operasi pencarian melibatkan personel Pos SAR Marisa, KN SAR Bhisma, Polairud Marisa, Polres Pohuwato, Pos Lanal Marisa, serta Tim Sanctum Una-Una Dive Resort. Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah kondisi cuaca berupa gelombang tinggi dan angin kencang.
Berdasarkan pemantauan BMKG, kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian terpantau cerah dengan tinggi gelombang mencapai 1,25–2,5 meter dan kecepatan angin 15–20 knot.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto, S.Adm., menegaskan pencarian terhadap korban terakhir menjadi prioritas utama operasi hari ini. Seluruh personel dan alat utama SAR dikerahkan untuk mempercepat proses penemuan korban.
“Fokus operasi hari ini adalah menemukan satu korban yang masih dalam pencarian atas nama Ferdiansyah, selaku nahkoda speed boat. Kami mengoptimalkan seluruh personel maupun alat utama yang tersedia, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan,” ujar Heriyanto dalam keterangan pers, Minggu (26/7/2026).
Heriyanto menyampaikan Tim SAR Gabungan terus memperluas area pencarian dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh unsur SAR dan masyarakat yang turut membantu proses operasi.
“Kami berharap korban dapat segera ditemukan sehingga operasi SAR dapat diselesaikan secepatnya. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan operasi ini,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Heriyanto juga menegaskan Basarnas tidak pernah meminta sumbangan maupun membebankan biaya kepada korban atau keluarga korban selama pelaksanaan operasi SAR.
“Basarnas tidak meminta sumbangan atau pembebanan biaya kepada pihak mana pun, terutama korban maupun keluarga korban,” tegasnya.
Hingga Minggu sore, operasi SAR masih berlangsung. Tim Gabungan terus melakukan penyisiran untuk menemukan Ferdiansyah sebagai korban terakhir dalam insiden hilangnya speed boat di Perairan Teluk Tomini. (red)







Be First to Comment