Di KRI dr. Soeharso-990 dan Rumah Sakit Lapangan, TNI AL hadir di tengah banjir Aceh untuk merawat dan memberi harapan bagi korban terdampak. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP – TNI Angkatan Laut (TNI AL) terus mengoptimalkan peran Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 (KRI SHS) serta Rumah Sakit Lapangan dari Batalyon Kesehatan Marinir sebagai fasilitas kesehatan dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Langkah ini dilakukan untuk membantu korban banjir di wilayah Aceh dan sekitarnya. Hingga kini, total 432 pasien terdampak banjir telah mendapatkan pelayanan kesehatan dari unsur TNI AL maupun prajurit di Rumah Sakit Lapangan.
Kegiatan utama Satgas difokuskan di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara. Personel gabungan mendirikan Rumah Sakit Lapangan dan memberikan pelayanan medis kepada masyarakat terdampak pasca banjir, khususnya bagi warga yang membutuhkan pertolongan segera.
Mayoritas pasien mengeluhkan gangguan saluran pernapasan, penyakit kulit, diare, hingga demam tinggi. Kehadiran KRI dr. Soeharso-990 menegaskan kesiapan TNI AL dalam memberikan bantuan kemanusiaan dan pelayanan kesehatan, terutama menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul, saat ditemui di Halim Jakarta, menyampaikan bahwa saat ini TNI AL memiliki dua jenis Kapal Rumah Sakit. KRI dr. Soeharso-990 diposisikan di Pantai Timur Sumatra, sementara KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 berada di Pantai Barat.
“Pengerahan Kapal Rumah Sakit ini dilakukan atas perintah langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Kedua KRI tersebut memiliki fasilitas rumah sakit yang memadai, sehingga disiagakan untuk merawat pasien kritis yang membutuhkan penanganan medis,” ujar Kadispenal.(red)







Be First to Comment