Press "Enter" to skip to content

Program MBG Diawasi Ketat, BPOM Kerahkan 83 UPT di Seluruh Indonesia

Social Media Share

BPOM dan Badan Gizi Nasional resmi memperkuat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Capture)

JAKARTA, NP– Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat sinergi pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kantor BGN, Rabu (6/5/2026).

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan keamanan dan mutu pangan dalam pelaksanaan Program MBG di seluruh Indonesia.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan Program MBG merupakan program strategis nasional yang membutuhkan sistem pengawasan pangan yang kuat, terintegrasi, dan berbasis ilmiah.

“Keamanan dan mutu pangan menjadi aspek fundamental yang harus dipenuhi dalam Program Makan Bergizi Gratis sehingga diperlukan sistem pengawasan yang kuat, terintegrasi, dan berbasis ilmiah untuk melindungi masyarakat,” ujar Taruna Ikrar.

PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara BPOM dan BGN tentang Sinergitas Program Makan Bergizi Gratis yang telah ditandatangani pada 23 Januari 2025.

Dalam kerja sama tersebut, BPOM akan mendukung pengawasan pangan melalui pengembangan metode analisis, pengawasan dan pengujian pangan, serta pembinaan dan pelatihan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pelaksana program di lapangan.

Selain itu, BPOM juga mengerahkan jejaring 83 unit pelaksana teknis (UPT) yang tersebar di berbagai daerah untuk memperkuat pengawasan keamanan dan mutu pangan dalam Program MBG.

“Dengan jejaring 83 UPT di seluruh Indonesia, BPOM siap melaksanakan pengawasan keamanan dan mutu Program MBG,” kata Taruna.

Menurutnya, hasil pengawasan dan pengujian tersebut akan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan pihaknya mendukung pelaksanaan program melalui penyediaan sarana dan prasarana, alat serta bahan pengujian, hingga pengembangan sistem informasi pengawasan Program MBG.

“Kami ingin memastikan setiap makanan yang disalurkan dalam program ini telah melalui proses pengawasan dan pengujian yang ketat sehingga aman dikonsumsi masyarakat,” ujar Dadan.

Taruna Ikrar menambahkan, kolaborasi antara BPOM dan BGN diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan nasional sekaligus mendukung keberhasilan Program MBG dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Kolaborasi ini akan memperkuat sistem pengawasan pangan nasional sekaligus mendukung keberhasilan Program MBG yang berdampak nyata untuk peningkatan kualitas SDM Indonesia,” pungkasnya.

Melalui kerja sama tersebut, BPOM dan BGN berharap implementasi Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dan berkelanjutan demi mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *