Press "Enter" to skip to content

PIK-R Hadir di SRMA 33 Tangerang Selatan, Perkuat Pendampingan Remaja

Social Media Share

Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka saat memberikan sambutan pada kegiatan PIK-R di SRMA 33 Tangerang Selatan, Jumat (18/9/2026).(Foto: Ist)

TANGSEL, NP – Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) hadir di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Tangerang Selatan, Banten. Kehadiran PIK-R menjadi wadah bagi siswa untuk memperoleh informasi, berbagi pengalaman, sekaligus mendapatkan pendampingan melalui konseling sebaya.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dengan Kementerian Sosial dan Sekolah Rakyat. PIK-R diharapkan dapat memperkuat edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan kesehatan mental remaja, mencegah perilaku berisiko serta perkawinan usia anak, sekaligus membantu remaja mempersiapkan masa depan secara sehat dan terencana.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, turut menyerahkan paket media belajar untuk PIK-R SRMA 33 Tangerang Selatan, Jumat (18/9/2026).

Menurut Isyana, keberadaan ruang konseling sebaya penting karena remaja cenderung lebih nyaman menyampaikan persoalan kepada teman seusianya. Karena itu, PIK-R tidak hanya menjadi tempat memperoleh informasi, tetapi juga ruang bagi remaja untuk saling mendukung dan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi.

“Kalau punya hal-hal yang mengganjal, ada yang dipendam, harus bisa sharing dengan sesamanya supaya kita bisa cari solusinya,” ujar Isyana dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026).

Ia mengatakan, penguatan pendampingan terhadap remaja merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia berkualitas. Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, jumlah penduduk Indonesia sekitar 286 juta jiwa, dengan sekitar 190 juta jiwa berada pada usia produktif.

Besarnya jumlah penduduk usia produktif menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengoptimalkan bonus demografi. Namun, Isyana menegaskan, bonus demografi tidak secara otomatis menjadi keuntungan tanpa dukungan pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja yang memadai.

“Ini ada syaratnya, pendidikannya harus bagus, kesehatannya harus bagus, pekerjaannya harus ada. Nah, inilah yang sedang dilakukan dan diupayakan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui berbagai programnya. Termasuk program Sekolah Rakyat ini,” katanya.

Menurut Isyana, program Sekolah Rakyat sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya memperluas akses pendidikan sehingga anak-anak dari berbagai latar belakang memiliki kesempatan untuk berkembang secara optimal.

Selain pendidikan, kesehatan mental menjadi perhatian penting dalam pembangunan remaja. Isyana menjelaskan, masa remaja merupakan periode ketika otak masih berkembang, termasuk bagian prefrontal cortex yang berperan dalam pengambilan keputusan dan pengendalian diri.

Karena itu, remaja membutuhkan lingkungan yang mendukung serta pendampingan dari orang tua, guru, wali asrama, dan teman sebaya. PIK-R dan Forum Generasi Berencana (GenRe) diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem pendampingan tersebut.

“Remaja memang lebih suka ngobrol dan curhat dengan teman sebayanya. Karena itu, kami di Kemendukbangga/BKKBN memiliki program PIK-R agar mereka bisa saling berbagi, tetapi tetap terarah dan dapat diarahkan pada hal-hal yang lebih baik,” ujar Isyana.

Ia juga mengingatkan remaja agar tidak ragu meminta bantuan apabila menghadapi persoalan yang tidak dapat diselesaikan sendiri. Menurutnya, persoalan yang ditangani sejak dini akan lebih mudah diselesaikan dibandingkan jika terus dipendam.

“Jangan pernah malu untuk minta pertolongan. Jangan pernah malu untuk datang ke petugas medis atau mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Kalau ada permasalahan, ketika masih kecil bisa diatasi dengan lebih mudah,” katanya.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, dukungan terhadap remaja melalui pendidikan dan pembinaan mental penting untuk mempersiapkan generasi masa depan.

“Kami juga mendukung program-program pemerintah pusat tentu saja untuk mencapai Indonesia Emas di tahun 2045,” ujar Pilar.

Isyana berharap PIK-R dapat terus dikembangkan di sekolah-sekolah lain, termasuk Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Dengan demikian, semakin banyak remaja memiliki akses terhadap informasi yang tepat, ruang konseling yang aman, serta pendampingan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

“Semoga PIK-R ini dapat makin meluas di berbagai sekolah di Indonesia dan di sekolah-sekolah rakyat, yang nantinya berujung pada meningkatnya kebahagiaan dan semakin baiknya kesehatan mental anak-anak dan remaja,” katanya. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *