JAKARTA, NP – Wakil Komandan (Wadan) Seskoal, Laksamana Pertama TNI Fauzi, S.E., M.M., M.Han yang mewakili Komandan Seskoal, Laksamana Muda TNI Yoos Suryono Hadi, M.Tr (Han)., M.Tr.Opsla., CHRMP. menekankan tentang pentingnya personel Seskoal untuk menjaga netralitas pada pemilihan umum tahun 2024.
Pernyataan tersebut disampaikan Wadan Seskoal saat membuka penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan dan perlindungan jaminan kesehatan, di Gd. Samadikun, Mako Seskoal Cipulir-Jakarta Selatan (Kamis/28 Desember 2023)
“Dalam menghadapi pemilu ini, kita semua harus netral dan tidak memihak salah satu paslon”, demikian disampaikan Pati TNI AL berbintang satu ini. Hal ini sejalan dengan perintah Kasal dan Panglima TNI yang selalu menekankan akan pentingnya menjaga netralitas, tidak terpancing untuk memihak salah satu pasangan ataupun turut serta dalam pelaksanaan kampanye.
Lebih lanjut Wadan seskoal menyampaikan bahwa, netralitas adalah komitmen yang harus diljalankan. Hal ini tak lepas dari peran penting TNI sebagai pilar utama pertahanan negara dalam menjamin tahapan Pemilu 2024, agar dapat berjalan dengan aman dan damai.
Dalam kesempatan tersebut, Wadan Seskoal juga menekankan kepada seluruh personel untuk selalu bijak dalam menyikapi setiap perubahan situasi dan perkembangannya, tidak terpancing ataupun memberikan tanggapan, komentar maupun meng-upload berbagai hal yang berkaitan dengan pemilu.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan dan perlindungan jaminan kesehatan yang dibawakan oleh dr. Tommy P Sibuea dan ditutup dengan sesi tanya jawab.(Pen)

Pemilu 2024, Pati TNI AL Tekankan Pentingnya Netralitas
More from NASIONALMore posts in NASIONAL »
- Kementerian Agama Buka Seleksi Terbuka Enam Jabatan Eselon II, Ini Syarat dan Jadwalnya
- Kemenag Gelar Nikah Massal di Nikah Fest 2026, Usung Konsep One Stop Nikah Solution di Smesco
- Kemenag Hadirkan “Reconnect”, Program Pendampingan Mantan Napiter Berbasis Penyuluh Agama
- Hadiri Perayaan HUT Raja Charles III, Mendagri Apresiasi Kemitraan Indonesia-Inggris
- BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Terjadi Juli–September, Waspada Kekeringan dan Karhutla






Be First to Comment