Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), A Effendy Choirie (Gus Choi) dan jajaran bersama wartawan pada peluncuran Buku Kaledioskop DNIKS 2024-2025 di Kantor DNIKS, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Gus Choi mengatakan banyaknya hak penyandang disabilitas yang seharusnya dipenuhi, namun hingga kini masih belum terlaksana sepenuhnya di berbagai wilayah. (Foto: DNIKS)
JAKARTA, NP- Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), A Effendy Choirie (Gus Choi) mengungkapkan banyaknya hak penyandang disabilitas yang seharusnya dipenuhi, namun hingga kini masih belum terlaksana sepenuhnya di berbagai wilayah.
Penegasan disampaikan Gus Choi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
“Kondisi ini dinilai memerlukan perhatian serius dari pemangku kebijakan di tingkat daerah,” ucap Gus Choi.
Sehari sebelumnya Kamis (5/2/2026), Gus Choi dan jajaran pengurus DNIKS menggelar diskusi dengan awak media terkait sejarah, latar belakang dan 8 Program Asta Bhakti DNIKS. Acara didahului peluncuran Buku Kaledioskop DNIKS 2024-2025 di Kantor DNIKS, Jakarta.
Hadir dalam diskusi itu Wakil Ketua umum DNIKS Rudi Andries, Zarman Syah, Sekretaris Badan Pakar DNIKS Manimbang Kahariyadi, Ketua DNIKS Loretta Kartikasari dan Agus Eko Cahyono.
Gus Choi yang juga mantan Anggota DPR RI ini mendorong peran pimpinan daerah, termasuk kepala daerah dan pemerintah provinsi, untuk lebih aktif berkoordinasi guna memperkuat pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.
“Koordinasi tersebut dinilai penting agar kebijakan yang diambil dapat berjalan lebih efektif hingga ke tingkat bawah,” ujarnya.
Berkaitan dengan itu, Gus Choi mengatakan akan bekerjasama dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang memiliki konektivitas dengan daerah seluruh daerah di Indonesia. “Saya akan mengundang Ketua DPD RI untuk hadir dalam diskusi untuk memaparkan rencana kami itu,” sebutnya.
Gus Choi juga menjelaskan sejumlah program DNIKS ke depan, antara lain akan menggelar Gerak Bakti Sosial (BAKSOS) 2026 Menyambut Bulan Ramadhan, mulai dari Operasi Katarak, Donor Darah, Pembagian Pakaian Layak Pakai, Berbagi alat untuk Disabilitas. Kegiatan Baksos tersebut berlangsung sejak 3 Oktober hingga 13 Oktober 2026. Lalu, ada nonton film bersama disabilitas pada 10 Pebruari 2026 di terdapat Cinépolis Metro Kebayoran Mall.
DNIKS juga bertekad mengentaskan kemiskinan melalui kolaborasi dengan pihak swasta, dan komunitas, menyadari DNIKS tidak diback up oleh APBN.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran DNIKS menerima masukan dari wartawan tentang hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan berkaitan dengan penguatan organisasi dan kelembagaan agar isu disabilitas semakin dikenal dan diperjuangkan secara luas.
Peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan masukan, termasuk terkait pengelolaan organisasi dan administrasi, guna memastikan keberlangsungan program dan kegiatan yang berpihak kepada penyandang disabilitas.
Dari kondisi yang sebelumnya minim perhatian, diharapkan ke depan upaya pemenuhan hak penyandang disabilitas dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan.(har)







Be First to Comment