Press "Enter" to skip to content

Mentan Lepas 153 Truk Bantuan untuk Korban Banjir Sumatra

Social Media Share

Mentan Andi Amran Sulaiman melepas ratusan truk bantuan Kementan/Bapanas Peduli ke Sumatra, didampingi prajurit Kolinlamil yang sigap menata kendaraan.(Foto:Ist)

JAKARTA, NP – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman melepas bantuan untuk korban bencana di Sumatra, di depan Kantor Kementerian Pertanian, Kamis (11/12). Bantuan selanjutnya diberangkatkan ke Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) untuk dikirim ke lokasi terdampak menggunakan KRI.

Mentan memimpin pelepasan Bantuan Banjir Kementan/Bapanas Peduli Tahap Kedua sebanyak 153 truk senilai Rp 10 miliar. Seluruh bantuan diberangkatkan menggunakan KRI Surabaya-591 dari Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, untuk didistribusikan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan terdiri dari aneka makanan siap saji, seperti sosis, mie instan, biskuit, snack, sarden, kecap, garam, gula, beras, dan air mineral. Selain itu, disalurkan pula sandang, antara lain pakaian anak, pakaian dalam, daster, pakaian pria dan wanita, celana pendek, kaos, handuk, selimut, sajadah, sarung, mukena, kasur, dan terpal sesuai kebutuhan pengungsi. Kapal dijadwalkan berangkat dari Tanjung Priok pada Jumat, 12 Desember 2025.

Mentan juga melaporkan realisasi Bantuan Banjir Kementan/Bapanas Peduli Tahap Pertama, yang telah mencapai 207 truk senilai Rp 34,8 miliar. Saat ini tersisa 71 truk tahap pertama di Gudang Pelindo, dengan estimasi nilai sekitar Rp 3,5 miliar.

Kementerian Pertanian menegaskan bahwa sebagian besar bantuan diterima dalam bentuk barang, sehingga nilai tercatat sesuai laporan resmi penyumbang. Saldo rekening Kementan Peduli tercatat Rp 22,4 miliar, yang akan terus dialokasikan untuk mendukung penanganan korban bencana di Sumatra.

Setibanya ratusan truk bantuan di Mako Kolinlamil, prajurit Kolinlamil menunjukkan “SUPER POWER” pengabdian mereka. Dengan ketulusan, kesiapsiagaan, dan disiplin tinggi, para prajurit membantu driver truk menata kendaraan agar proses bongkar muat berlangsung tertib dan efisien. Gerak cepat dan koordinasi lapangan memastikan seluruh truk tersusun rapi, memaksimalkan efisiensi waktu dan keamanan sebelum dinaikkan ke KRI Surabaya-591. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *