Press "Enter" to skip to content

KRI Makassar-590 Sandar di Kotabaru, Embarkasi Alat Berat untuk Penanganan Banjir Aceh

Social Media Share

Aktivitas embarkasi alat berat ke atas KRI Makassar-590 di Jetty III Pelabuhan Pelindo Kotabaru, Selasa (6/1/2026), sebagai bagian dari dukungan TNI AL dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh.(Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Dalam rangka mendukung Operasi Dukungan Penanganan Darurat Bencana Alam di wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, KRI Makassar-590 sandar di Jetty III Pelabuhan Pelindo Kotabaru, Desa Stagen, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, Selasa (6/1/2026). Kedatangan kapal tersebut untuk melaksanakan embarkasi bantuan alat berat.

Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Kotabaru Letkol Laut (P) M. Harun Al Rasyid, S.T., M.Tr.Opsla, saat menyambut kedatangan KRI Makassar-590 menyampaikan bahwa kapal perang tersebut merupakan KRI kedua yang sandar di Kotabaru guna mendukung percepatan pemulihan pascabencana banjir di Aceh.

“TNI AL akan terus hadir memberikan manfaat nyata dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana alam,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan KRI Makassar-590 Letkol Laut (P) Farid Ardiansyah, M.Tr.Opsla, menjelaskan bahwa kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) tersebut melaksanakan embarkasi bantuan alat berat berupa excavator dan dump truck milik PT Jhonlin Group. Bantuan tersebut selanjutnya akan dikirimkan ke wilayah terdampak banjir di Aceh untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan lingkungan.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa keterlibatan TNI AL dalam penanganan bencana alam merupakan bagian dari komitmen pelaksanaan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

“TNI AL senantiasa siap membantu pemerintah dan masyarakat dalam setiap kondisi darurat, khususnya saat terjadi bencana alam. Pemanfaatan KRI sebagai sarana dukungan logistik dan distribusi bantuan diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak,” ujarnya. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *