Press "Enter" to skip to content

Yayasan Sejuta Kacamata untuk Indonesia Kembalikan Harapan Melalui Akses Penglihatan yang Lebih Baik

Social Media Share

Koordinator Yayasan Sejuta Kacamata untuk Indonesia, Heribertus Denny, menyerahkan bantuan kacamata baca kepada perwakilan veteran dalam kegiatan bakti sosial. (Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Dampak paling nyata dari program sosial pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis yang dilakukan Yayasan Sejuta Kacamata untuk Indonesia adalah kembalinya produktivitas, keselamatan kerja, serta kualitas hidup masyarakat penerima manfaat.

Koordinator Yayasan Sejuta Kacamata untuk Indonesia, Heribertus Denny, mengatakan akses terhadap alat bantu penglihatan bukan sekadar memberikan kacamata, tetapi membuka kembali kesempatan masyarakat untuk belajar, bekerja, dan menjalani kehidupan secara lebih optimal.

“Bagi anak sekolah, kacamata yang tepat dapat membantu mereka belajar tanpa hambatan fisik sehingga prestasi akademiknya meningkat. Sementara bagi petani dan nelayan, kami memberikan bantuan kacamata hitam anti UV sebagai bentuk perlindungan terhadap mata mereka dari paparan sinar matahari ekstrem saat bekerja di ladang maupun laut, guna mencegah terjadinya katarak di usia produktif,” ujar pria yang akrab disapa Denny dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).

Yayasan Sejuta Kacamata untuk Indonesia mendukung penuh kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan oleh FTTP Universitas Pertahanan (Unhan) bersama Politeknik Negeri Subang di Desa Cibuluh. (Foto: Ist)

Menurut dia, salah satu pengalaman yang paling membekas dalam pelaksanaan program tersebut terjadi saat tim yayasan melakukan skrining mata di sebuah sekolah. Saat itu, ditemukan seorang anak dengan kondisi mata minus 5 (-5), namun gangguan penglihatannya belum pernah terdeteksi oleh orang tua maupun guru.

“Anak tersebut selama ini dianggap kurang fokus belajar, padahal sebenarnya ia tidak bisa melihat papan tulis dengan jelas. Setelah mendapatkan kacamata gratis dari yayasan, dunianya berubah total. Prestasinya meningkat karena ia sudah dapat mengikuti proses belajar secara normal,” kata Denny.

Ia menjelaskan, keberhasilan program Yayasan Sejuta Kacamata untuk Indonesia diukur melalui sejumlah indikator, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Warga lanjut usia mengikuti pemeriksaan kesehatan mata yang diselenggarakan Yayasan Sejuta Kacamata untuk Indonesia di Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang. (Foto: Ist)

“Secara kuantitatif, kami melihat dari jumlah kacamata yang terdistribusi tepat sasaran serta jumlah warga yang berhasil diperiksa secara akurat oleh tim refraksionis. Sedangkan secara kualitatif, kami melakukan monitoring berkala dan melihat testimoni langsung dari kepala sekolah, tokoh masyarakat, maupun penerima manfaat mengenai perubahan dalam proses belajar dan produktivitas setelah mendapatkan layanan,” jelasnya.

Denny menuturkan, sesuai dengan nama programnya, target jangka panjang yayasan adalah mewujudkan gerakan “Sejuta Kacamata untuk Indonesia”. Untuk mencapai tujuan tersebut, yayasan terus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai mitra strategis, komunitas lokal, dan korporasi agar pemeriksaan mata gratis dapat menjangkau wilayah yang selama ini belum tersentuh layanan kesehatan mata.

Salah satu kerja sama yang tengah dikembangkan adalah program bersama Universitas Pertahanan untuk memberikan layanan kepada para veteran dan purnawirawan.

“Fokus utama kami ke depan adalah terus berbakti dan konsisten melayani sesama manusia. Kami ingin mengembangkan sistem layanan yang lebih adaptif, memperluas jangkauan bakti sosial, serta memperkuat program proteksi mata bagi pekerja luar ruangan seperti petani dan nelayan,” ujar Denny.

Penyerahan bantuan kacamata kepada penerima manfaat dalam kegiatan bakti sosial. (Foto: Ist)

Ia menegaskan, kesehatan mata merupakan bagian penting dari peningkatan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, kehilangan kemampuan melihat dengan jelas dapat menghambat pendidikan, pekerjaan, dan kemandirian seseorang.

“Mata adalah jendela dunia, dan memberikan kacamata berarti membuka kembali harapan yang sempat pudar,” tuturnya.

Denny berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mata sehingga tidak ada lagi anak yang kehilangan semangat belajar hanya karena tidak mampu melihat tulisan dengan jelas.

Kepada para pendukung dan donatur, ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

“Dukungan sekecil apa pun dari para donatur dan mitra adalah lentera yang membantu Yayasan Sejuta Kacamata untuk Indonesia terus berjalan, mengetuk pintu-pintu pelosok Nusantara, dan memberikan hak untuk melihat dengan jelas kepada setiap anak bangsa,” pungkasnya.(red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *