Press "Enter" to skip to content

Panitia Paskah IKKSU 2026 Matangkan Persiapan Charity Night untuk Korban Bencana Tapanuli

Social Media Share

Suasana rapat Panitia Paskah IKKSU 2026 di Pastoral Samadi, Minggu (22/2/2026), membahas progres penggalangan dana dan kesiapan teknis Charity Night. (Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Panitia Paskah Ikatan Keluarga Katolik Sumatera Utara (IKKSU) 2026 terus mematangkan koordinasi dan konsolidasi menjelang pelaksanaan Charity Night yang dijadwalkan pada 8 Maret 2026.

Rapat terbaru panitia berlangsung pada Minggu (22/2/2026) di Pastoral Samadi, yang akan menjadi pusat kegiatan. Agenda difokuskan pada evaluasi capaian target penggalangan dana serta kesiapan teknis pelaksanaan acara.

Rapat diawali doa bersama sebelum masing-masing koordinator seksi memaparkan perkembangan kinerja. Ketua Panitia Paskah, Dr. Kasianus Telaumbanua, menyampaikan kerja keras panitia mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Beberapa seksi bahkan telah mencapai 75–85 persen dari target yang ditetapkan.

Ia optimistis seluruh target dapat tercapai sebelum hari pelaksanaan. “Kami yakin, dengan kerja sama dan komitmen bersama, semua target bisa tercapai tepat waktu,” ujarnya.

Menjelang 8 Maret, panitia juga memfokuskan persiapan teknis seperti pengaturan keamanan dan parkir, dekorasi, hingga optimalisasi penjualan kupon sebagai instrumen utama penggalangan dana.

Rapat turut dihadiri sejumlah penasihat, di antaranya Adrianus Meliala, pakar kriminologi dan kepolisian yang juga dosen Departemen Kriminologi Universitas Indonesia serta anggota Ombudsman RI sejak 2016. Dalam pertemuan tersebut, Prof. Meliala mengusulkan agar papan bunga dari berbagai komunitas dan perusahaan dipasang di sekitar area Samadi guna menambah semarak suasana acara.

Selain itu hadir pula Ir. Barnabas Yusuf Hura, MM., politikus Partai Amanat Nasional (PAN) asal Nias. Ia menekankan pentingnya metode penggalangan dana yang tidak memberatkan masyarakat, sekaligus mengajak semua pihak untuk berdoa dan yakin bahwa kegiatan kemanusiaan ini akan berjalan sukses.

Ketua Umum IKKSU, Lodewijk Sihite, berharap Charity Night benar-benar memberikan dampak nyata bagi saudara-saudara yang terdampak bencana di Tapanuli. “Kerja keras kita tidaklah sia-sia. Apa yang kita lakukan ini adalah bentuk kasih dan solidaritas nyata,” katanya penuh semangat.

Penjualan kupon sebagai sarana donasi disebut menunjukkan tren positif. Sekretaris Jenderal IKKSU, Amang Rasnius Pasaribu, secara aktif menawarkan kupon kepada masyarakat dan siap mengantarkannya langsung ke rumah para donatur.

Koordinator Seksi Dana Bonarsius Sipayung, didampingi Frank Simorangkir, memaparkan progres dana masuk yang terus meningkat. Sementara Koordinator Seksi Acara Albertus Simamora menjelaskan rundown kegiatan secara rinci, termasuk susunan acara Charity Night.

Koordinator Seksi Keamanan Kombes Pol (P) Warsman Marbun mengingatkan pentingnya koordinasi antarseksi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ia juga mengimbau peserta tidak menggunakan perhiasan berlebihan demi keamanan bersama.

Di sisi lain, laporan dari lokasi bencana menunjukkan kondisi yang masih memprihatinkan. Dokter Endang Tinambunan yang baru kembali dari wilayah terdampak menyebut para korban masih tinggal di tenda darurat, sanitasi belum memadai, dan akses transportasi terbatas. Kondisi tersebut semakin menguatkan urgensi pelaksanaan Charity Night sebagai bentuk solidaritas nyata bagi para korban.

Theresa Sihaholo selaku Koordinator Seksi Konsumsi turut memaparkan jumlah konsumsi yang disiapkan serta rincian kebutuhan biaya acara. Kornelius Wau bersama Tim Humas Elliaman Sumbayak memberikan testimoni mengenai dedikasi Ketua Panitia dan Ketua Umum IKKSU yang disebut bekerja tanpa lelah, bahkan mengesampingkan urusan pribadi demi suksesnya penggalangan dana kemanusiaan.

Kornelius juga mengingatkan agar seluruh materi yang digunakan saat hari pelaksanaan dikoordinasikan dengan pihak Multi Media Opera Komedi Samadi. Sumbayak menambahkan, dari tujuh personel yang tercantum dalam SK panitia untuk Seksi Dokumentasi, Publikasi, dan Humas, hanya dua orang yang aktif. Meski demikian, ia menegaskan komitmen tim untuk tetap bekerja maksimal. “Kami akan tetap melakukan yang terbaik,” ujarnya.

Sebelum rapat dimulai, Romo Yustinus selaku Direktur PUSPAS menyampaikan dukungan terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan IKKSU. Ia menyebut pada 8 Maret 2026 bersama komunitas IKKSI akan dilakukan penggalangan dana bagi korban bencana alam di wilayah Keuskupan Sibolga dan Medan. Sejumlah uskup dijadwalkan hadir, termasuk Mgr. Anton dan Mgr. Kornelius Sipayung, sementara Uskup Sibolga berhalangan hadir karena masih dalam masa pemulihan cedera.

Dalam refleksinya, Romo Yustinus menegaskan makna kepedulian sosial dalam kehidupan beriman. “Hidup itu tidak boleh hanya untuk diri kita sendiri. Puasa tanpa doa itu namanya diet, puasa tanpa sedekah itu namanya pelit,” katanya.

Charity Night IKKSU diharapkan menjadi momentum solidaritas dan kebangkitan bersama untuk membantu saudara-saudara di Tapanuli bangkit dari dampak bencana. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *