Press "Enter" to skip to content

Jasa Marga Perkuat Konektivitas, Dorong Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Social Media Share

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono.(Ist)

JAKARTA, NP – Dalam rangka mendukung agenda pembangunan nasional serta memperkuat konektivitas antarwilayah, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai penggerak utama infrastruktur jalan tol di Indonesia. Dengan panjang jalan tol yang dikelola mencapai 1.294 kilometer atau sekitar 42 persen dari total jalan tol nasional, perusahaan pelat merah ini berperan signifikan dalam mendukung kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa pengelolaan dan pengembangan jalan tol saat ini tidak hanya berorientasi pada fisik infrastruktur semata, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan mendukung capaian program pembangunan Pemerintah, khususnya dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo-Gibran.

“Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang mengedepankan keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran. Inovasi digital, pelatihan SDM berbasis customer empathy, dan sistem pemantauan proaktif menjadi landasan kami dalam meningkatkan kualitas layanan,” ujar Rivan dalam keterangan resminya, Senin (20/10/2025).

Dalam upaya menciptakan ketahanan pangan nasional melalui sistem distribusi yang andal, Jasa Marga tercatat telah melayani lebih dari 111 juta kendaraan angkutan logistik sepanjang tahun 2025. Peningkatan volume tersebut dinilai sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memperkuat konektivitas wilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi, terutama di kawasan penyangga produksi pangan.

Saat ini, terdapat lima proyek strategis yang tengah menjadi fokus pengembangan Jasa Marga, yakni Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Akses Patimban, Yogyakarta-Bawen, Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo, serta Probolinggo-Banyuwangi. Per tanggal 6 Agustus 2025, segmen Klaten-Prambanan sepanjang 7,85 km dari ruas Solo-Yogyakarta-NYIA telah resmi dioperasikan dan memberikan dampak positif terhadap konektivitas kawasan selatan Jawa.

Tak hanya fokus pada penguatan infrastruktur, Jasa Marga juga terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan. Implementasi prinsip Environmental, Social and Governance  (ESG) dilakukan secara menyeluruh, antara lain melalui pengembangan Green Toll Road, penyediaan 157 unit SPKLU di 54 rest area, pengolahan sampah di TIP KM 88B, pemanfaatan energi surya, serta penanaman pohon di koridor tol.

Dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal juga menjadi perhatian. Dengan lebih dari 70 persen tenant di rest area Jasa Marga Group diisi oleh pelaku UMKM lokal, perusahaan membuka akses pasar baru bagi sektor usaha mikro dan kecil di berbagai daerah.

Dalam mendukung program strategis nasional, Jasa Marga turut membentuk Satuan Tugas Peningkatan Kualitas Pelayanan Jalan Tol (Satgas PKPJT). Satgas ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan jalan tol berbasis data dan keselamatan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan infrastruktur nasional yang berkelanjutan.

Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Jasa Marga mempertegas posisinya sebagai mitra pemerintah dalam mendorong transformasi infrastruktur yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.(red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *