Press "Enter" to skip to content

Proses Evakuasi Ponpes Al Khoziny Gunakan Alat Berat, 5 Korban Dinyatakan Meninggal

Social Media Share

Kepala BNPB, Menko PMK, dan Basarnas saat konferensi pers penanganan insiden robohnya musala Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Kamis (2/10).(Ist)

SIDOARJO, NP – Tim SAR gabungan mulai menggunakan alat berat dalam operasi evakuasi korban ambruknya gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Kamis (2/10). Langkah ini diambil setelah tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan bangunan empat lantai tersebut.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menyatakan, keputusan ini diambil berdasarkan asesmen mendalam yang dilakukan hingga Rabu (1/10) malam. Ia menegaskan, seluruh keluarga korban telah sepakat dan memberikan persetujuan tertulis untuk melanjutkan proses evakuasi menggunakan alat berat.

“Sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan. Tim SAR gabungan memutuskan untuk masuk ke tahap selanjutnya, yaitu mengevakuasi korban yang sudah meninggal,” ujar Suharyanto di Posko Darurat BNPB, Kamis pagi.

Ia menambahkan, seluruh keluarga korban telah menandatangani berita acara dan menyatakan kesiapan menerima hasil evakuasi dengan lapang dada.

Dalam kunjungannya ke lokasi, Suharyanto didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Keduanya bertemu langsung dengan keluarga korban untuk memberikan penjelasan dan dukungan moril.

Sehari sebelumnya, Rabu (1/10), tujuh korban berhasil dievakuasi secara manual. Lima orang ditemukan selamat, sementara dua lainnya meninggal dunia.

Hingga Kamis (2/10) pukul 16.30 WIB, total korban yang telah dievakuasi mencapai 108 orang. Rinciannya, 30 orang masih dirawat di rumah sakit, 73 orang sudah diperbolehkan pulang, dan 5 orang meninggal dunia. Sementara itu, 58 orang lainnya masih dalam pencarian.(red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *