Press "Enter" to skip to content

Penyaluran FLPP Capai Hasil Positif, Jawa Barat Terdepan

Social Media Share

Ilustrasi – Program perumahan subsidi FLPP. Hunian layak, sehat, dan terjangkau.(Ist)

JAKARTA, NP – Program perumahan bersubsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menunjukkan capaian menggembirakan hingga akhir September 2025. Berdasarkan data per 26 September 2025, total penyaluran rumah subsidi tersebar masif di berbagai daerah, dengan Jawa Barat mencatat realisasi tertinggi sebanyak 41.978 unit.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan pencapaian ini mencerminkan kehadiran nyata negara dalam mendukung masyarakat. “Rumah subsidi adalah karpet merah untuk rakyat. Program ini juga menggerakkan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Menteri Ara dalam keterangan tertulis, Selasa, (30/9/2025).

Menurutnya, pembangunan satu rumah subsidi melibatkan sedikitnya lima tenaga kerja serta memicu aktivitas ekonomi lokal, seperti toko material dan warung makan.

Selain Jawa Barat, provinsi dengan realisasi tertinggi lainnya adalah Jawa Tengah (15.838 unit), Sulawesi Tengah (14.811 unit), Banten (12.344 unit), Jawa Timur (12.083 unit), dan Sumatera Selatan (11.125 unit). Di tingkat kabupaten/kota, Bekasi menempati posisi teratas dengan 9.537 unit, disusul Bogor (7.028 unit), Tangerang (5.594 unit), dan Karawang (4.765 unit). Di luar Jawa, Kota Kendari dan Palembang mencatat angka signifikan masing-masing 4.251 dan 4.175 unit.

Dari sisi penyaluran, Bank BTN mendominasi dengan 93.098 unit, disusul BTN Syariah (36.589 unit), BRI (17.515 unit), BNI (8.440 unit), dan Bank Mandiri (7.963 unit). Kontribusi bank daerah juga terlihat dari BJB (2.923 unit), BSI (2.912 unit), dan BJB Syariah (2.066 unit).

Sementara itu, asosiasi pengembang terbesar adalah REI dengan kontribusi 76.513 unit, diikuti APERSI (55.188 unit), HIMPERRA (24.816 unit), dan ASPRUMNAS (6.064 unit).

Tak hanya realisasi FLPP, penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) juga meningkat. Kalimantan Barat mencatat jumlah tertinggi dengan 6.494 unit, disusul Sulawesi Selatan (5.728 unit), Kalimantan Selatan (4.847 unit), dan Sumatera Selatan (4.739 unit).

Pemerintah optimistis target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi pada 2025 dapat tercapai berkat sinergi antara pemerintah, perbankan, dan asosiasi pengembang.(red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *