Apresiasi atas keberanian di tengah bahaya. Pangkormar Letjen TNI (Mar) Endi Supardi menyerahkan piagam penghargaan kepada Sertu Marinir Rico Sumantri, prajurit yang heroik menyelamatkan seorang anak saat kebakaran KMP Batumandi di Selat Sunda. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Aksi heroik ditunjukkan Sertu Marinir Rico Sumantri, prajurit Yonif 9 Marinir, saat membantu mengevakuasi korban kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di perairan Selat Sunda, Banten, pada 20 Oktober 2026. Di tengah kepanikan penumpang, Rico dengan sigap menyelamatkan seorang anak yang terpisah dari keluarganya dengan menggendongnya saat menuruni tali menuju perahu evakuasi.
Tindakan tersebut menjadi wujud nyata keberanian, kepedulian, dan naluri kemanusiaan seorang prajurit Korps Marinir dalam menghadapi situasi darurat. Di tengah kondisi yang membahayakan keselamatan, Rico tetap mengutamakan upaya penyelamatan jiwa manusia.
Atas aksi heroik tersebut, Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi memberikan apresiasi kepada Sertu Marinir Rico Sumantri dalam Apel Gabungan Prajurit Korps Marinir Wilayah Jakarta di Lapangan Apel Brigif 1, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).
Apresiasi tersebut merupakan bentuk penghargaan atas keberanian dan tindakan nyata prajurit dalam membantu menyelamatkan korban, sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh prajurit Korps Marinir untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
Dalam amanatnya, Endi Supardi menegaskan, keberanian harus diimbangi dengan kemampuan dan profesionalisme yang terus diasah melalui latihan. Menurut dia, prajurit tidak cukup hanya mengandalkan keberanian, tetapi juga harus memiliki keterampilan untuk menghadapi berbagai situasi di lapangan.
“Siapkan diri, asah prestasi dan kemampuan, serta tingkatkan bela diri. Jadi, tidak hanya sekadar nekat atau berani, tetapi perlu profesionalisme dan kemampuan,” tegas Pangkormar.
Ia berharap, apresiasi tersebut dapat memotivasi seluruh prajurit Korps Marinir untuk menjaga nama baik satuan, meningkatkan profesionalisme, serta membiasakan diri berpikir cepat dan bertindak tepat dalam menghadapi situasi darurat.
Selain memiliki kemampuan tempur yang tangguh, prajurit Marinir juga dituntut memiliki kepedulian terhadap sesama. Sikap tersebut menjadi cerminan prajurit yang profesional dan humanis dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. (red)







Be First to Comment