Press "Enter" to skip to content

Pasar Pet Food Indonesia Terus Menggeliat, Ekspor Kian Menjanjikan

Social Media Share

Judha Djohari (kedua dari kanan), produsen pet food PT BIS Foods Indonesia, berfoto bersama pebisnis pet food asal Jepang dan Singapura pada IIPE (Indonesia International Pet Expo) 2026 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Ist)

 

TANGSEL, NP – Industri pet food Indonesia menunjukkan ketahanan bisnis yang kuat di tengah berbagai tekanan ekonomi. Pengalaman selama pandemi Covid-19 menjadi bukti bahwa permintaan makanan hewan kesayangan tetap tumbuh, meski terjadi pergeseran konsumsi dari produk premium ke segmen menengah.

“Naik luar biasa. Tapi permintaan pasar sebelum Covid, produk premium yang banyak dicari. Selama Covid, permintaan pindah, dari yang mahal ke medium. Secara keseluruhan, tren meningkat,” kata Judha Djohari, salah satu produsen pet food PT BIS Foods Indonesia, di sela IIPE 2026 di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Judha, pandemi justru memberikan pelajaran penting bahwa bisnis pet food memiliki daya tahan terhadap krisis. Ketika aktivitas ekonomi terganggu, kebutuhan pemilik hewan terhadap makanan untuk anjing dan kucing tetap berjalan.

Judha Djohari, produsen pet food PT BIS Foods Indonesia, saat ditemui pada IIPE (Indonesia International Pet Expo) 2026 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Ist)
“Belajar dari pengalaman Covid, kendatipun terjadi krisis, bisnis pet food tidak bakal hancur. Memang ada penurunan, tapi sebentar saja, lalu permintaan naik lagi. Perilaku konsumen, karena semakin dekat dan sayang dengan anjing dan kucing, mereka kasih makan terus,” ujarnya.

Pertumbuhan industri tersebut ditopang meningkatnya kepemilikan hewan kesayangan, khususnya kucing dan anjing. Perubahan perilaku konsumen yang semakin memperlakukan hewan sebagai bagian dari keluarga ikut memperkuat permintaan makanan dan produk perawatan hewan.

Pasar pet food Indonesia tercatat mencapai Rp7,8 triliun pada 2023, tumbuh 9,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Segmen cat food menjadi salah satu motor utama pertumbuhan karena jumlah pemilik kucing relatif lebih besar dibandingkan pemilik anjing.

Pengunjung Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 di ICE BSD, Tangerang Selatan, bersama anjing peliharaannya. Antusiasme pengunjung mencerminkan tren kepemilikan anjing dan kucing yang terus meningkat. (Foto: Ist)

Peluang pertumbuhan tidak hanya berasal dari pasar domestik. BIS Foods juga terus memperluas pasar ekspor, dengan permintaan yang datang dari sejumlah negara Asia, Timur Tengah hingga pasar yang lebih jauh.

“Bukan hanya pasar dalam negeri, kami juga memenuhi permintaan pasar dari Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina, India. Dari Timur Tengah, permintaan dari Qatar, Saudi Arabia, UEA, Irak. Bahkan inquiry dari Jepang, Brazil juga sudah sampai pada kami. Brazil produsen daging, tapi cari produk kami juga,” kata Judha.

Dia mengatakan permintaan dari India juga menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut membuat perusahaan semakin optimistis terhadap prospek bisnis pet food Indonesia di pasar global.

Judha Djohari (kanan) saat menjadi pembicara pada talk show IIPE 2026 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Ist)

“Saat ini, inquiry dari India juga semakin meningkat dari tahun ke tahun. Prospeknya sangat bagus,” ujarnya.

Untuk pasar Timur Tengah, ekspor BIS Foods saat ini lebih banyak ditopang produk cat food, terutama untuk tujuan Saudi Arabia, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Irak. Perusahaan juga mulai melihat peluang baru di China.

“Kami juga melihat prospek ekspor ke China. Perusahaan kami sedang penjajakan membuat merek untuk produk China yang mau dipasarkan di Indonesia,” ujar Judha.

Menurut dia, produsen pet food China saat ini masih menghadapi keterbatasan akses untuk melakukan ekspor langsung ke Indonesia. Sejumlah perusahaan masih melakukan test market untuk melihat potensi pasar.

Judha Djohari (kiri) di sela-sela acara IIPE 2026 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Ist)

“Nanti kalau produsen China sudah bisa masuk, pasarnya juga terbuka. Saat ini, kami juga masih fokus pada pasar dalam negeri Indonesia, sambil tetap ekspor juga,” katanya.

Dengan pertumbuhan kepemilikan hewan kesayangan dan perubahan pola konsumsi, industri pet food dinilai masih memiliki ruang ekspansi yang besar. Selain pasar domestik yang terus berkembang, meningkatnya permintaan dari berbagai negara menjadi peluang bagi produsen Indonesia untuk memperbesar pangsa pasar global. (Liu)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *