Press "Enter" to skip to content

TNI AL Gelar Yankes dan Trauma Healing bagi Warga Terdampak Bencana di Manggarai

Social Media Share

Prajurit Satgas Gulbencal TNI AL mendampingi anak-anak terdampak bencana melalui kegiatan trauma healing sekaligus memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga di Manggarai, NTT. (Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Kepedulian prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) terhadap masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diwujudkan. Prajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) NTT Pasmar 2 menggelar layanan kesehatan gratis sekaligus trauma healing bagi warga di Kabupaten Manggarai, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan kemanusiaan tersebut menyasar masyarakat di Desa Wangkong, Kelurahan Wangkung, dengan menghadirkan berbagai perlombaan dan permainan yang dirancang untuk mengembalikan keceriaan anak-anak setelah menghadapi situasi bencana. Kehadiran prajurit Korps Marinir pun disambut antusias oleh anak-anak setempat.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul mengatakan, kegiatan trauma healing menjadi bagian dari upaya TNI AL membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak bencana.

“Pendampingan trauma healing ini bertujuan untuk mengembalikan keceriaan serta menghilangkan rasa trauma yang dialami anak-anak pascabencana,” ujar Tunggul dalam siaran pers, Jumat (28/8/2026).

Di sela kegiatan bersama anak-anak, Tim Kesehatan dari Pos Komando Utama (Poskout) Reok juga memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat. Tim medis mendatangi warga dan memberikan pemeriksaan serta pengobatan secara langsung bagi mereka yang mengalami gangguan kesehatan.

Untuk mendukung penanganan bencana di wilayah tersebut, sebanyak 217 personel TNI AL disiagakan di Manggarai dan sekitarnya. Sebanyak 162 personel ditempatkan di Poskout SDIK Kedindih, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, sedangkan 55 personel berada di Pos Kotis Lapangan Dusun Waso, Desa Satar Kapas, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.

Menurut Tunggul, keberadaan prajurit di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya TNI AL memastikan bantuan dan pendampingan benar-benar dirasakan warga terdampak bencana.

“Aksi nyata prajurit di lapangan ini merupakan wujud implementasi dari penekanan Kepala Staf Angkatan Laut agar kehadiran prajurit TNI AL di wilayah bencana dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, baik melalui penanganan fisik, layanan kesehatan, hingga pemulihan kondisi mental warga,” katanya.

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen TNI AL untuk tidak hanya membantu penanganan dampak fisik bencana, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan dan pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi kelompok rentan pascabencana. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *