Unsur udara TNI AL menyalurkan 1,2 ton bantuan logistik kepada masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (27/8/2026). Bantuan didistribusikan menggunakan helikopter untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Di tengah sulitnya akses akibat bencana, TNI Angkatan Laut (TNI AL) menembus wilayah terisolir di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyalurkan 1,2 ton bantuan logistik kepada masyarakat terdampak. Dua helikopter dikerahkan untuk memastikan kebutuhan pokok warga tetap tersalurkan dengan cepat, Kamis (27/8/2026).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul mengatakan, pengerahan unsur udara dilakukan karena kondisi geografis sejumlah wilayah terdampak menyulitkan distribusi bantuan melalui jalur darat. “Dalam kondisi akses yang terbatas, unsur udara menjadi sangat penting untuk mempercepat distribusi bantuan dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi,” ujar Tunggul dalam siaran pers, Jumat (28/8/2026).
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, TNI AL mengerahkan Helikopter AS 565 MBe Panther HS-1305 yang diawaki Pilot Kapten Laut (P) Riffan dan Lettu Laut (P) Marfi serta Helikopter Bell 412 EP HU-4205 dengan Pilot Lettu Laut (P) Marthin dan Lettu Laut (P) Adila.
Helikopter Panther HS-1305 melaksanakan dua sortie penerbangan dengan membawa masing-masing 400 kilogram bantuan melalui rute Maumere-Pulau Sukun-Maumere. Sementara Helikopter Bell 412 EP HU-4205 mengangkut 400 kilogram bahan kebutuhan pokok melalui rute Labuan Bajo-Nagekeo-Labuan Bajo.
Total 1,2 ton bantuan tersebut didistribusikan untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit diakses. Penggunaan helikopter memungkinkan bantuan pangan dan kebutuhan pokok dikirim langsung ke lokasi terdampak tanpa harus bergantung sepenuhnya pada akses darat yang masih terbatas.
“Kehadiran helikopter TNI AL memastikan bantuan logistik berupa bahan pangan dan kebutuhan pokok dapat didistribusikan secara cepat dan merata kepada masyarakat yang terdampak bencana,” kata Tunggul.
Pengerahan kekuatan udara ini sekaligus menegaskan kesiapsiagaan TNI AL dalam menghadapi situasi darurat. Seluruh unsur dan alutsista dikerahkan untuk mendukung penanganan bencana serta membantu masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
Tunggul menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AL menjalankan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar seluruh jajaran senantiasa siap hadir di tengah masyarakat.
“Seluruh jajaran dan alutsista TNI AL harus senantiasa siap sedia, hadir cepat di tengah-tengah masyarakat, serta memberikan manfaat nyata, khususnya dalam mengatasi kesulitan warga di daerah bencana alam,” tegasnya. (red)







Be First to Comment