Fokus dan kesiapsiagaan prajurit terlihat dalam latihan gabungan Marinir TNI AL dan USMC di Hawaii, bagian dari rangkaian RIMPAC 2026.(Foto: Ist)
HAWAII, NP – Prajurit Korps Marinir TNI AL kembali mengasah kemampuan tempur melalui latihan bersama United States Marine Corps (USMC) yang digelar di Marine Corps Base Hawaii (MCBH), Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian latihan multinasional RIMPAC 2026 yang bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan kemampuan tempur lintas satuan.
Latihan diawali dengan materi kamuflase di medan gurun. Pada tahap ini, prajurit dibekali teknik penyamaran, pemanfaatan kontur serta warna lingkungan, hingga upaya mengurangi jejak visual agar tidak mudah terdeteksi lawan di area terbuka. Instruksi lapangan menekankan pentingnya ketelitian, disiplin, serta kemampuan adaptasi terhadap medan. Seorang instruktur latihan menegaskan, “Kemampuan kamuflase bukan sekadar teknik, tetapi bagian dari bertahan hidup di medan operasi modern.”
Memasuki sesi berikutnya, yakni Close Quarter Battle (CQB), prajurit Marinir Indonesia dan USMC terlibat dalam latihan kolaboratif dan pertukaran metode tempur jarak dekat. Fokus latihan mencakup pergerakan di dalam ruangan, teknik pembersihan area (clearing), komunikasi tim, serta pengambilan keputusan cepat dalam situasi tempur yang dinamis. Dalam sesi ini, penekanan diberikan pada efektivitas koordinasi antar unsur, di mana pelatih menyebut, “CQB menuntut refleks cepat, komunikasi singkat, dan kepercayaan penuh antar personel di lapangan.”
Sementara itu, pada materi shooting on the move, prajurit dilatih menjaga akurasi tembakan sambil tetap melakukan manuver taktis. Kemampuan ini dianggap krusial dalam menghadapi skenario pertempuran modern yang menuntut kecepatan, presisi, dan kontrol senjata dalam kondisi bergerak. Instruktur latihan menekankan, “Menembak sambil bergerak adalah keterampilan yang menentukan efektivitas prajurit dalam menghadapi ancaman yang dinamis.”
Latihan tersebut dikomandoi langsung oleh Letda Marinir Chesya Prasetyo. Sementara itu, Komandan Unsur Tugas Marinir RIMPAC 2026, Letkol Marinir Huda Prawira, S.E., M.Tr.Opsla., menilai kegiatan ini memberikan peningkatan signifikan terhadap profesionalisme prajurit di lapangan. Ia menyampaikan, “Seluruh rangkaian latihan berjalan aman dan memberikan pengalaman berharga dalam meningkatkan profesionalisme serta interoperabilitas dengan USMC di medan operasi modern.” (red)







Be First to Comment