Justin PSI minta DKI waspadai ancaman Hantavirus. (Foto: Dok ). (Foto:Dok)
JAKARTA, NP – Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Justin, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan adanya dua kasus suspek Hantavirus di Indonesia.Dua suspek tersebut masing-masing berada di DKI Jakarta dan Yogyakarta.
Menurut Justin, kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat penyebaran Andes Hantavirus sebelumnya dikaitkan dengan kapal pesiar MV Hondius dan telah menjadi perhatian sejumlah negara.
“Ini bukan penyakit main-main. Sejak terjadi pertama kali di atas kapal pesiar MV Hondius, virusnya sudah menyebar. Dan kini, Singapura, negara tetangga kita, telah mengisolasi dua orang warganya yang diduga mengidap virus itu,” ujar Justin dalam keterangannya, (11/5/).
Ia mengatakan laporan Kemenkes mengenai adanya satu suspek di Jakarta harus menjadi perhatian serius bagi Pemprov DKI, khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta.
“Pemprov DKI harus meningkatkan kewaspadaannya. Jangan sampai ini lolos dan mewabah di Jakarta nantinya,” katanya.

Justin juga mengingatkan bahwa Hantavirus berpotensi mematikan. Dari delapan kasus yang dikaitkan dengan penyebaran virus di MV Hondius, tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
“Virus ini juga mematikan. Memang hingga saat ini persebarannya masih terbatas dan kami harap akan tetap seperti itu. Tetapi, sudah ada tiga orang yang meninggal dunia karena terjangkit virus tersebut. Sehingga, kita perlu serius dalam menghadapinya,” jelasnya.
Ia mendesak Pemprov DKI Jakarta segera mengambil langkah preventif guna mencegah potensi penyebaran lebih luas.
Menurut Justin, pelacakan terhadap aktivitas dan kontak pasien perlu dilakukan secara ketat, termasuk pengawasan di wilayah sekitar tempat tinggal dan lokasi perawatan pasien.
“Harus diketahui pasien sebelumnya pergi ke mana saja dan berinteraksi dengan siapa saja,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta pemerintah menggencarkan edukasi pola hidup sehat kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi.
“Kemudian, gerakan hidup sehat di tengah masyarakat juga perlu digencarkan untuk berjaga-jaga,” tutupnya. (red)












Be First to Comment