Press "Enter" to skip to content

Basarnas Temukan Lokasi Pesawat Jatuh, Evakuasi Korban Fokus Golden Time

Social Media Share

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memberikan keterangan pers terkait perkembangan operasi pencarian dan evakuasi pesawat jatuh di Makassar, Selasa (20/1/2026). (Foto: Ist)

MAKASSAR, NP — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat kurang dari 24 jam setelah laporan hilang kontak diterima, pada 17 Januari 2026. Saat ini, fokus utama operasi pencarian dan pertolongan (SAR) diarahkan pada upaya pencarian dan evakuasi korban dengan memanfaatkan golden time, yakni tiga hari pertama sejak kejadian.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, kecepatan penemuan lokasi menjadi modal penting dalam meningkatkan peluang penyelamatan korban.

“Kurang dari 24 jam sejak kejadian, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Saat ini kami memaksimalkan golden time pencarian dengan harapan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi, khususnya dalam kondisi selamat,” ujar Syafii dalam keterangan pers, Selasa (20/1/ 2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini tim SAR gabungan telah menemukan dua korban. Satu korban berjenis kelamin laki-laki ditemukan pada 18 Januari 2026, sementara satu korban lainnya berjenis kelamin perempuan ditemukan sehari kemudian, 19 Januari 2026.

“Namun demikian, perlu kami tegaskan bahwa proses identifikasi korban bukan merupakan kewenangan Basarnas dan akan dilakukan oleh instansi berwenang sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tegasnya.

Syafii mengungkapkan, lokasi kejadian berada di medan yang sangat ekstrem berupa tebing curam. Posisi korban diperkirakan berada pada kedalaman sekitar 500 meter dari puncak, sehingga membutuhkan kehati-hatian tinggi serta teknik evakuasi khusus.

“Tantangan terbesar yang dihadapi tim SAR gabungan saat ini adalah kondisi alam dan cuaca yang sangat ekstrem. Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor penghambat utama dalam operasi,” ujarnya.

Basarnas, lanjut Syafii, memprioritaskan evakuasi melalui jalur udara. Namun, hingga kini upaya tersebut belum dapat dilaksanakan karena jarak pandang yang sangat terbatas akibat kabut tebal di sekitar lokasi kejadian.

“Evakuasi udara menjadi prioritas, tetapi hingga saat ini belum memungkinkan. Karena itu, kami mengoptimalkan unsur darat yang secara bertahap melakukan pencarian dan upaya evakuasi,” katanya.

Ia menambahkan, proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung. Tim SAR darat yang telah mengenal dan menguasai jalur setempat terus berupaya menjangkau seluruh titik yang diduga menjadi lokasi korban.

“Ini adalah misi kemanusiaan. Seluruh personel SAR gabungan bekerja dengan penuh dedikasi, kehati-hatian, dan semangat kebersamaan. Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar operasi ini dapat berjalan lancar dan seluruh personel diberi keselamatan,” pungkas Syafii.

Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan keselamatan personel hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *