Suasana apel kesiapan Tim SAR Darat Kodaeral VI menjelang operasi gabungan pencarian dan pertolongan korban pesawat ATR 42-500. (Foto:Ist)
JAKARTA, NP – TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI memberangkatkan Tim SAR Darat untuk membantu pencarian dan pertolongan pesawat jenis ATR 42-500 yang dilaporkan mengalami kecelakaan di wilayah Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026).
Dalam siaran pers yang dirilis Dispenal TNI AL pada hari yang sama, disebutkan, pemberangkatan Tim SAR Darat diawali dengan apel kesiapan. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan personel, material, serta koordinasi pelaksanaan tugas di lapangan.
Usai apel, Tim SAR Darat Kodaeral VI bergerak menuju Pos Komando Taktis (Poskotis) SAR Gabungan untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan secara terpadu bersama unsur SAR lainnya.
Dalam misi kemanusiaan ini, Kodaeral VI mengerahkan 31 personel Tim SAR di bawah pimpinan Letda Mar M. Ridha, didukung empat personel Tim Kesehatan serta enam personel lainnya. Selain itu, diberangkatkan juga sejumlah material pendukung operasi, antara lain dua unit truk, satu unit ambulans lapangan, dua unit GPS, 14 unit HT Hytera, dua set tali mountaineering, serta satu unit drone untuk mendukung pencarian di medan sulit.
Keterlibatan TNI AL dalam operasi SAR ini sejalan dengan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menegaskan bahwa TNI AL senantiasa hadir dalam setiap operasi kemanusiaan, khususnya untuk membantu penanganan musibah dan memberikan dukungan maksimal demi keselamatan jiwa manusia.(red)







Be First to Comment