Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) dalam siaran pers, Jumat (9/10/2026), menyampaikan bahwa pengerahan unsur TNI AL tersebut merupakan bentuk respons cepat terhadap kecelakaan laut sekaligus upaya membantu proses pencarian korban yang masih hilang.
KRI Bung Hatta-370 tiba di lokasi pencarian pada Jumat (9/10/2026) pukul 05.00 WIB dan langsung bergabung dengan unsur SAR setempat. KM Khatulistiwa 8, kapal kargo bermuatan 1.850 ton semen, mengalami kecelakaan pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, sekitar sembilan mil laut dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia di Tuban.
Berdasarkan informasi awal yang diterima Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Koarmada II dari Kantor SAR Surabaya, kapal tersebut mengalami gangguan listrik (blackout) sebelum akhirnya tenggelam setelah berbenturan dengan kapal tongkang yang belum diketahui identitasnya.
Dari total 19 ABK yang berada di kapal tersebut, sebanyak 18 orang berhasil diselamatkan oleh TB Amazon Harbour dan kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi. Sementara itu, satu ABK bernama Mayan Petter Saba (29), yang menjabat sebagai Mualim I, masih dalam pencarian.
Setibanya di lokasi, KRI Bung Hatta-370 segera berkoordinasi dengan unsur SAR setempat dan menempati sektor pencarian yang telah ditentukan. Operasi dilaksanakan dengan menyisir perairan hingga sejauh 20 mil laut ke arah barat laut dan wilayah sekitarnya.
Selain melakukan penyisiran laut, tim juga mengerahkan pesawat nirawak atau drone untuk memantau area di sekitar posisi terakhir kapal. Informasi mengenai keberadaan korban turut disebarluaskan melalui komunikasi radio kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian guna memperluas jangkauan pencarian.
Hingga Jumat (9/10/2026), satu ABK KM Khatulistiwa 8 yang dilaporkan hilang belum ditemukan. Operasi pencarian terus dilakukan dengan melibatkan koordinasi dan kerja sama antarpihak guna meningkatkan peluang ditemukannya korban.
Keterlibatan Koarmada II dalam operasi SAR tersebut menegaskan kesiapsiagaan TNI AL dalam mendukung upaya pencarian dan pertolongan di laut. Kehadiran unsur TNI AL juga merupakan bagian dari komitmen untuk membantu masyarakat maritim dalam menghadapi situasi darurat, sesuai dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (red)







Be First to Comment